
Kemensos Gaungkan Kerja Cepat Pasal 34
10 menit yang lalu
Belanja modal Pertamina diarahkan ke hulu migas untuk mendukung target produksi minyak 1 juta barel pada 2030.
Terbit · 1 min read

PT Pertamina (Persero) mengalokasikan sekitar 75 persen belanja modalnya untuk industri hulu minyak dan gas bumi guna mendukung target produksi minyak 1 juta barel pada 2030. Menurut laporan ANTARA, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyampaikan hal itu saat ditemui di sela-sela konferensi ke-51 Dewan Perminyakan dan Energi ASEAN (ASCOPE).
Oki Muraza ditemui di Sanur, Denpasar, Bali, pada Selasa (27/10/2026), di sela-sela acara ASCOPE.
Oki mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah mengembangkan ekosistem migas nonkonvensional di Blok Rokan, Riau, untuk mendongkrak produksi minyak dalam negeri. Ia menyebut sub-cekungan North Aman di blok tersebut memiliki sumber daya yang diperkirakan mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat.
Oki mengatakan pengembangan potensi itu membutuhkan ekosistem pendukung seperti di Cekungan Permian, Texas. Menurut dia, keberadaan banyak penyedia jasa dapat membantu menurunkan biaya produksi per sumur; ia menyebut terdapat 50 penyedia jasa di kawasan tersebut.
Selain Blok Rokan, Oki menyebut temuan di Padang Pancuran yang dikelola Pertamina Hulu Energi Jambi Merang sebagai salah satu temuan terbesar Pertamina. Menurut data pada laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dirujuk ANTARA, sumur eksplorasi Padang Pancuran berpotensi menghasilkan 1.730 barel minyak per hari.
Oki mengatakan Pertamina berupaya mempercepat produksi dari Padang Pancuran karena potensinya dinilai besar. Ia juga menyoroti Indonesia Timur sebagai kawasan yang memiliki potensi minyak dan gas untuk dieksplorasi lebih lanjut.
Menurut Oki, potensi gas di Indonesia Timur lebih besar daripada potensi minyak. ANTARA melaporkan bahwa ia menyebut kawasan tersebut masih memiliki banyak potensi yang menunggu eksplorasi.