
Indodax Perbaiki Temuan Keamanan Platform
14 menit yang lalu
Pertamina menjajaki kolaborasi energi regional untuk mendukung ketahanan dan keterjangkauan energi.
Terbit · 1 min read

PT Pertamina (Persero) membidik pengembangan hulu minyak dan gas bumi serta penguatan konektivitas rantai pasok gas regional sebagai tindak lanjut hasil Pertemuan Dewan ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) ke-51. Menurut laporan ANTARA, Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina Muhammad Baron menyampaikan hal itu saat dihubungi dari Jakarta.
Pertemuan ASCOPE ke-51 berlangsung pada 2026. Laporan ANTARA tidak menyebutkan tanggal dan lokasi penyelenggaraannya; Baron memberikan keterangannya kepada ANTARA pada Jumat (30/10/2026).
Baron mengatakan hasil pertemuan tersebut menjadi landasan bagi Pertamina untuk memperkuat kolaborasi energi regional menuju 2027. Perusahaan juga menaruh perhatian pada perluasan kemitraan strategis dan kolaborasi bisnis.
Menurut Baron, kerja sama itu ditujukan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan energi di tengah dinamika geopolitik serta pertumbuhan kebutuhan energi di kawasan.
Peluang kerja sama mencakup perusahaan minyak nasional dari negara-negara Asia Tenggara. Baron mengatakan Pertamina melihat ruang untuk memperdalam kolaborasi dengan perusahaan anggota ASCOPE.
“Pertamina melihat ruang untuk memperdalam kolaborasi pada bidang-bidang tersebut dengan memanfaatkan keunggulan dan kapasitas masing-masing mitra,” ucap Baron.
Pertemuan ASCOPE ke-51 mengusung tema “Menavigasi Masa Depan Energi ASEAN Bersama: Memperkuat Ketahanan melalui Kolaborasi”. Tema itu mencerminkan respons kawasan terhadap volatilitas pasar global, ketidakpastian geopolitik, dan meningkatnya permintaan energi, menurut laporan ANTARA.
Melalui gugus tugas dan program kerja bersama, ASCOPE berupaya memperkuat kerja sama di bidang hulu migas, konektivitas dan advokasi gas regional, energi bersih, dialog kebijakan, pengembangan kapasitas, penangkapan dan penyimpanan karbon, serta pengelolaan metana. Baron mengatakan setiap peluang kerja sama akan dikaji berdasarkan kebutuhan, kesiapan operasional, dan keekonomian.