
DPRD DIY Kawal Anggaran Renovasi Mandala Krida
14 menit yang lalu
Pengumpulan minyak jelantah melalui koperasi diarahkan untuk mendukung bahan baku energi alternatif dan ekonomi sirkular.
Terbit · 2 min read

PT Pertamina Patra Niaga menyatakan pengumpulan minyak jelantah melalui koperasi dan kanal masyarakat lainnya dapat memperkuat rantai pasok bahan baku energi alternatif. Menurut laporan ANTARA, perusahaan menyebut minyak jelantah dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan bensin ramah lingkungan.
Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan hal itu dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Sabtu (31/10/2026). Pengumpulan minyak jelantah dari rumah tangga dan usaha kuliner, menurut perusahaan, diarahkan untuk mendukung transisi energi.
Kitty mengatakan pengumpulan melalui beragam mitra, termasuk koperasi, ditujukan untuk membangun rantai pasok bahan baku alternatif yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Ia menyebut minyak jelantah dapat dikelola agar memiliki nilai tambah.
Kitty mengatakan Pertamina ingin membangun ekosistem yang melibatkan masyarakat dan berbagai mitra agar minyak jelantah dikelola dengan lebih baik dan memiliki nilai tambah. Menurutnya, minyak jelantah dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan maupun bensin ramah lingkungan.
Ia menambahkan, pemanfaatan minyak jelantah memerlukan kesiapan infrastruktur dan teknologi pengolahan di lingkungan Pertamina. Menurut Kitty, pengembangan energi masa depan membutuhkan kesiapan ekosistem dari ketersediaan bahan baku dan sistem pengumpulan hingga kemampuan industri mengolahnya, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor.
Menurut laporan yang sama, Kitty menyebut pemanfaatan minyak jelantah sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yakni mengolah material yang dianggap limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Pengelolaan yang tepat, katanya, juga dapat mendorong konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab.
Kementerian Koperasi dan PT Pertamina (Persero) sebelumnya menandatangani kerja sama untuk mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi pengumpul minyak jelantah. Bahan yang terkumpul akan dijual kepada Pertamina Patra Niaga untuk diolah menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pada Kamis (29/10/2026) di Banyumas, Jawa Tengah, koperasi yang siap beroperasi akan didorong menjadi agen pengumpul. Proyek percontohan melibatkan empat KDKMP di Banyumas; minyak jelantah yang terkumpul akan disetorkan ke kilang Pertamina di Cilacap untuk diproses menjadi avtur.