
PSG Puncaki Klasemen Liga Prancis
10 menit yang lalu
Produksi SAF di Cilacap memasuki tahap komersial, dengan pengumpulan minyak jelantah yang melibatkan masyarakat.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau SAF di Kilang Cilacap, Senin (26/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Gibran melihat proses pengolahan minyak jelantah di fasilitas Green Refinery Cilacap. Laporan tersebut menyebut pemanfaatan limbah rumah tangga itu sebagai bagian dari upaya mengembangkan energi berkelanjutan.
Gibran mengatakan pengembangan SAF perlu disertai pemberdayaan masyarakat agar minyak jelantah yang dikumpulkan warga memiliki nilai ekonomi dan terhubung dengan industri nasional.
Wakil Direktur Utama I Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman menjelaskan, perusahaan memproduksi SAF melalui Project Pertamina SAF di fasilitas Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT). Prosesnya menggunakan skema pengolahan bersama, yakni minyak jelantah diproses dengan komponen bahan baku lain.
Menurut Taufik, produksi SAF telah memasuki tahap komersial. Pada Oktober, perusahaan memproduksi sekitar 11 juta liter SAF hasil pengolahan bersama, dengan minyak jelantah digunakan pada rasio maksimal sekitar 5 persen dari kapasitas produksi unit TDHT.
Pertamina Patra Niaga juga mengembangkan pengumpulan minyak jelantah melalui tiga bank sampah binaan di sekitar Kilang Cilacap: Bank Sampah Abhipraya, Bank Sampah Beo Asri, dan Bank Sampah Cahaya Asri. Volume pengumpulan tahunan yang disebut dalam laporan masing-masing mencapai 984 liter, 2.283 liter, dan 717 liter.
Perusahaan menyediakan kotak pengumpulan minyak jelantah di Pasar Amarta Kutawaru dan sejumlah SPBU. Menurut laporan yang sama, minyak jelantah yang disetor melalui kotak atau bank sampah dapat ditukar dengan uang atau saldo dompet elektronik.
Laporan yang sama menyebut Pertamina Patra Niaga telah memperoleh sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) untuk skema Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dari International Civil Aviation Organization (ICAO) serta regulasi Uni Eropa, dengan status sebagai Kilang SAF dan Trader SAF. Produk SAF perusahaan juga telah dipasarkan kepada sejumlah maskapai domestik dan internasional, sementara minyak jelantah telah diuji coba sebagai salah satu bahan baku Green Gasoline.