
Bobotoh 16 Tahun Dibacok Sepulang dari Pakansari
11 menit yang lalu
Ibadah dapat menjadi jeda untuk sebagian orang, tetapi bukan pengganti perawatan kesehatan mental.
Terbit · 1 min read

Rutinitas ibadah seperti berdoa, membaca kitab suci, berzikir, atau menjalankan salat berpotensi membantu sebagian orang merasa lebih rileks dan mengelola stres. Menurut laporan ANTARA, dampaknya bergantung pada jenis aktivitas, pengalaman pribadi, dan kondisi masing-masing individu.
Laporan ANTARA yang terbit pada 27 Oktober 2026 membahas potensi tersebut di tengah aktivitas sehari-hari yang dapat membuat seseorang merasa tegang.
Menurut laporan yang sama, tinjauan sistematis dalam jurnal JAMA Internal Medicine pada 2014 menganalisis 47 uji klinis yang melibatkan 3.515 peserta. Hasilnya menunjukkan program meditasi berbasis perhatian penuh dapat membantu mengurangi kecemasan dan depresi dalam tingkat kecil hingga sedang.
Temuan tentang meditasi itu tidak membuktikan bahwa semua bentuk ibadah memberikan dampak yang sama. Namun, laporan tersebut menyebut aktivitas yang melibatkan pemusatan perhatian dan ketenangan dapat membantu sebagian orang mengelola tekanan psikologis.
Ibadah yang dilakukan dengan tenang dapat menjadi jeda dari kegiatan yang menuntut perhatian terus-menerus. Bagi sebagian orang, berdoa, berzikir, atau membaca kitab suci juga menjadi sarana refleksi dan membantu mereka melihat persoalan dari sudut pandang berbeda.
Pengalaman setiap orang tidak sama: ada yang merasa lebih tenang setelah beribadah, sementara yang lain tetap mengalami kecemasan. Rutinitas ibadah juga dapat memberi struktur dan rasa bermakna bagi sebagian orang, tetapi tidak menjamin seseorang terbebas dari stres atau gangguan kesehatan mental.
Laporan itu mengingatkan bahwa ibadah bukan satu-satunya cara mengatasi stres atau kecemasan. Tidur cukup, olahraga teratur, hubungan sosial yang sehat, dan pengaturan beban aktivitas juga disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental.
Jika stres atau kecemasan berlangsung lama hingga mengganggu tidur, pekerjaan, atau hubungan dengan orang lain, laporan ANTARA menyarankan mencari bantuan psikolog atau tenaga kesehatan profesional. Ibadah dapat menjadi bagian dari perawatan diri, berdampingan dengan kebiasaan sehat dan bantuan profesional bila diperlukan.