
PLN EPI Sebut Kendaraan Listrik Dongkrak Konsumsi
13 menit yang lalu
Kebutuhan LNG PLN EPI diperkirakan naik dari 108 kargo pada 2026 menjadi 120 kargo pada 2027.
Terbit · 2 min read

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkirakan kebutuhan gas alam cair atau LNG untuk pembangkit listrik pada 2027 mencapai 120 kargo. Menurut laporan ANTARA, Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyampaikan perkiraan itu dalam acara Mineral and Batu bara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 di Jakarta.
Rakhmad menyebut kebutuhan LNG pada 2026 sebanyak 108 kargo. Acara tersebut berlangsung pada Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan LNG dipengaruhi penurunan produksi gas pipa dari lapangan-lapangan yang mulai menua. LNG digunakan untuk menggantikan sebagian pasokan tersebut.
Rakhmad menyampaikan konsumsi gas PLN EPI pada 2026 diperkirakan mencapai 1.374 juta kaki kubik, termasuk gas dari kargo LNG. Menurut dia, volume itu setara 40 persen kebutuhan gas domestik nasional.
Selain mengelola pasokan gas, PLN EPI memastikan kecukupan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap. Volume batu bara yang dikelola perusahaan meningkat dari sekitar 67 juta ton pada 2023 menjadi 97 juta ton pada 2026.
Rakhmad mengatakan, di luar batu bara yang dikelola PLN EPI, PLN masih membutuhkan tambahan sekitar 60 juta ton. Dengan demikian, total kebutuhan PLN diperkirakan sekitar 150 juta ton. Ia juga menyampaikan kebutuhan BBM untuk pembangkit berada di kisaran 4,6 juta kiloliter.
Menurut Rakhmad, sejumlah pulau kecil di Indonesia Timur menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel karena pembangunan pembangkit berbahan bakar batu bara dinilai terlalu besar dan mahal untuk memasok wilayah tersebut. PLN EPI juga memanfaatkan biomassa, antara lain serbuk gergaji, jerami, cacahan sawit, dan tandan kosong.
Rakhmad menyebut pemanfaatan biomassa pada 2026 mencapai 2,4 juta ton. Ke depan, PLN EPI menargetkan pemanfaatan 8 juta hingga 10 juta ton biomassa di 51 titik pembangkit listrik tenaga uap.
Dalam pemberitaan sebelumnya yang dikutip ANTARA, PLN EPI mengamankan pasokan LNG dari Wilayah Kerja Masela sebesar 2,5 juta ton per tahun selama 18 tahun. Pasokan itu setara sekitar 40 kargo per tahun, dengan total 600 kargo atau 37,5 juta ton, dan ditargetkan mulai akhir 2030. Perusahaan juga merencanakan pasokan sekitar 191 kargo dari South Hub pada 2027–2037.