
Hyundai Serahkan 11 Bus Listrik untuk Bali
13 menit yang lalu
MEA 2026 melatih anak nasabah merintis usaha dan memilih tiga pemenang.
Terbit · 1 min read

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengembangkan kemampuan wirausaha anak nasabah penerima beasiswa melalui Madani Entrepreneurship Academy (MEA) 2026. Menurut laporan ANTARA, tiga pemenang program tersebut mengembangkan produk olahan pangan bernilai ekonomi.
Kegiatan presentasi akhir digelar di Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (24/10/2026). Para finalis merupakan anak nasabah PNM Mekaar dari Semarang, Surabaya, Ambon, Bangka Belitung, Bekasi, Magelang, Cirebon, Probolinggo, Medan, dan Yogyakarta.
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary S mengatakan perusahaan mendukung pendidikan anak nasabah melalui beasiswa sekaligus pengembangan keterampilan wirausaha dan kepemimpinan. Dalam keterangannya di Jakarta, ia menyebut para finalis mempresentasikan ide dan perkembangan usaha di hadapan mentor.
Menurut laporan yang sama, 50 peserta lebih dulu mengikuti pendampingan daring selama empat pekan sebelum 10 orang terpilih menjadi finalis. Mereka kemudian dilatih menyusun peta model bisnis, membuat prototipe, merancang identitas merek, serta menghitung harga jual.
Ide peserta mencakup produk pangan dan produk kreatif. Beberapa di antaranya memanfaatkan bahan sisa, seperti kulit kopi untuk teh, botol bekas untuk pot tanaman, serta kain jeans dan kain perca bekas untuk tas botol minum.
Kayla Aprilia, anak nasabah PNM Bangka Belitung, meraih juara pertama dengan produk Skay Soufflecake. Juara kedua diraih Kesya Deswita Sari dari PNM Magelang dengan Cascara Tea, sedangkan Talitha Maritza Rafa Hendrian dari PNM Cirebon menempati posisi ketiga dengan Moringo Bomboloni.
Dodot mengatakan proses merintis usaha mencakup pengembangan ide, pemahaman kebutuhan pasar, penyusunan model bisnis, perbaikan produk, dan pengambilan keputusan. Ia berharap proses itu mendorong peserta mengembangkan usaha dan menghasilkan produk pangan bermutu.
PNM berharap MEA 2026 melahirkan unit usaha yang lebih kuat dan adaptif serta memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Mentor MEA 2026 Puji Subekti mengatakan program tersebut membuktikan anak-anak dari keluarga prasejahtera mampu merintis usaha jika mendapat kesempatan yang tepat. Dodot mengatakan perkembangan usaha peserta akan dipantau secara berkala setelah presentasi akhir.