
Nova Arianto Minta Anak Muda Terus Berjuang
11 menit yang lalu
Pelatih Suyoto mengaku sempat bercanda dengan Rivana di rumah sakit pada malam sebelum menerima kabar duka.
Terbit · 1 min read

Pelatih pencak silat Kota Semarang Suyoto mengaku terkejut atas meninggalnya atletnya, Ayudiah Rivana Tridiandinata, setelah bertanding dalam Porprov Jawa Tengah 2026. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Detik Jateng, Suyoto sempat bercanda dengan Rivana saat menjenguknya di rumah sakit.
Pertemuan itu berlangsung di RS Primaya Semarang pada Selasa (27/10/2026) malam, setelah Rivana menjalani operasi. Suyoto menerima kabar kematian atlet berusia 19 tahun itu dari ayahnya pada Rabu (28/10/2026) pagi.
Suyoto mengatakan kondisi Rivana tampak stabil ketika ia meninggalkan ruang perawatan beberapa jam sebelum kabar tersebut diterima. Ia menyebut dirinya tidak percaya setelah mendapat pesan dari ayah Rivana.
“Pagi tadi kan di-WA sama ayahnya, Rivana meninggal. Loh, enggak percaya saya. Kan tadi malam sudah bercanda,” kata Suyoto, dikutip CNN Indonesia dari Detik Jateng.
Suyoto mengatakan ia mendampingi Rivana hingga sadar penuh setelah operasi dan sempat menanyakan bagian tubuh yang masih terasa sakit. Menurut Suyoto, Rivana menunjuk jarinya saat menjawab pertanyaan itu.
Rivana mengalami patah jari tengah setelah terkena tendangan lawan dari Kabupaten Batang. Tim pelatih dan tenaga medis kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapat penanganan.
Operasi pada jari Rivana dilakukan pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Koordinator Pelatih Pencak Silat Semarang Nurfaqih mengatakan keluarga sempat mendapat kabar bahwa operasi telah selesai tanpa masalah.
“Orang tuanya pada jam 19.30 WIB juga sempat menyampaikan bahwa semuanya sudah selesai dan tidak ada masalah. Namun, pagi-pagi bapaknya mengabari kalau dia sudah tidak ada,” kata Nurfaqih.