
BSKDN Gelar Presentasi Penilaian IGA 2026
13 menit yang lalu
Pemerintah masih perlu menghimpun lebih dari Rp600 triliun dan akan membelanjakan sekitar Rp990 triliun pada November-Desember 2026.
Terbit · 1 min read

Presiden Prabowo Subianto meminta kementerian dan lembaga menjaga efisiensi belanja pada dua bulan terakhir 2026 agar proyeksi pendapatan dan belanja negara berjalan sesuai rencana, menurut laporan ANTARA.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal itu setelah melaporkan realisasi APBN hingga akhir Oktober kepada Presiden. Ia berbicara kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Suahasil mengatakan pemerintah masih perlu menghimpun pendapatan negara lebih dari Rp600 triliun pada November dan Desember. Pada periode yang sama, belanja negara diperkirakan sekitar Rp990 triliun.
Ia mengakui belanja negara biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Pemerintah mempersilakan percepatan belanja selama pengeluaran tetap efisien dan sesuai target keluaran yang diajukan saat anggaran disusun.
"Itu silakan, tapi harus tetap efisien, harus tetap dalam tata kelola yang baik," ujar Suahasil.
Bersama jajaran Kementerian Keuangan, Suahasil mengimbau seluruh kementerian dan lembaga meningkatkan efisiensi pada pengujung tahun anggaran. Menurut laporan yang sama, ia mengatakan upaya menghimpun pendapatan perlu berjalan seiring dengan pengendalian belanja.
"Pendapatannya tetap kita cari, pendapatan negara, tapi belanjanya terus kita efisiensikan," tutur Suahasil.
Suahasil juga menyinggung harga minyak dunia yang sempat mencapai 113 dolar AS per barel dan mulai turun dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut, katanya, membuat pemerintah perlu menyiapsiagakan APBN; ia belum merinci pos penerimaan yang akan dikejar hingga akhir tahun, termasuk pajak.