
Pemuda dan OIKN Tanam 1.000 Pohon di Bukit Soeharto
14 menit yang lalu
PT PAL membuka peluang investasi dan kerja sama untuk memperkuat industri perkapalan dan teknologi dalam negeri.
Terbit · 1 min read

PT PAL Indonesia (Persero) membuka peluang investasi dan kerja sama strategis untuk memperkuat industri perkapalan nasional. Menurut laporan ANTARA, Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod menyebut peningkatan kapasitas produksi dan keterlibatan industri pendukung dalam negeri sebagai bagian dari upaya tersebut.
Kaharuddin menyampaikan hal itu di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026), menurut laporan ANTARA.
Kaharuddin mengatakan kebutuhan maritim Indonesia perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi, pengembangan teknologi, serta keterlibatan lebih luas industri pendukung nasional.
“Besarnya kebutuhan maritim Indonesia membuka peluang bagi kami untuk meningkatkan kapasitas produksi, menghadirkan inovasi, dan memperluas keterlibatan industri dalam negeri,” katanya, menurut laporan ANTARA.
Menurut laporan yang sama, peluang investasi tidak terbatas pada pembangunan kapal. Rantai nilai industri perkapalan juga mencakup desain, rekayasa, penyediaan material dan komponen, serta jasa pendukung.
Kaharuddin menilai keterlibatan perusahaan dalam negeri dalam penyediaan material, komponen, dan layanan rekayasa berpotensi memperluas penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.
Selain mengembangkan produk kapal, PT PAL mengembangkan Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT), yang disebut sebagai salah satu produk riset unggulan perusahaan.
Laporan ANTARA menyebut pengembangan KSOT memanfaatkan kecerdasan buatan dan menjadi bagian dari transformasi teknologi PT PAL. Perusahaan mengembangkan produk berteknologi tinggi dengan kemampuan rekayasa dalam negeri sekaligus mendorong kompetensi sumber daya manusia nasional.