
Bitcoin Depot Hentikan Operasi ATM Bitcoin
13 menit yang lalu
Pelatihan membahas keterampilan jurnalistik dan pentingnya memeriksa informasi sebelum menyampaikannya kepada publik.
Terbit · 2 min read

Kantor Berita ANTARA Biro Kalimantan Barat menggelar Pelatihan Jurnalistik ANTARA 2026 untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan jurnalistik. Menurut laporan ANTARA, kegiatan itu bertujuan meningkatkan literasi informasi, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab.
Pelatihan tersebut berlangsung di Pontianak pada Sabtu (31/10/2026). Kepala Biro ANTARA Kalimantan Barat Andilala mengatakan kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan HUT ke-89 ANTARA.
Andilala mengatakan pelatihan tidak hanya membahas penulisan berita dan fotografi jurnalistik, tetapi juga proses mengumpulkan, memeriksa, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada publik. “Pelatihan yang menjadi rangkaian HUT ke-89 ANTARA ini bukan sekadar kegiatan untuk belajar menulis berita atau mengambil foto jurnalistik. Kami ingin memperkenalkan bagaimana informasi dikumpulkan, diperiksa, diolah, dan disampaikan kepada publik secara bertanggung jawab,” kata Andilala.
Menurut laporan yang sama, Andilala menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial. Keterampilan jurnalistik, katanya, dapat membantu mereka melihat persoalan secara objektif, membedakan fakta dari opini, memverifikasi informasi, dan menyampaikan gagasan berdasarkan data.
Ia juga menyoroti derasnya arus informasi melalui media sosial, pesan berantai, video, dan berbagai platform digital. Karena tidak semua informasi yang beredar benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan, ia menekankan pentingnya memeriksa sumber, menguji kebenaran, dan memahami konteks peristiwa.
Andilala mengatakan praktik jurnalistik tidak semata-mata mengejar kecepatan atau perhatian publik, tetapi perlu mengutamakan akurasi, keberimbangan, verifikasi, dan kepentingan masyarakat. Keterampilan itu juga dinilai berguna bagi mahasiswa dalam organisasi kampus, penelitian, pengelolaan media mahasiswa, hingga memasuki dunia kerja.
Dalam kegiatan itu, Andilala turut mengenalkan sejarah ANTARA, yang didirikan pada 13 Desember 1937 oleh Adam Malik, Soemanang, A.M. Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena. Ia menyebut penyebarluasan berita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 ke berbagai daerah dan dunia internasional sebagai salah satu peran penting kantor berita tersebut.
Andilala berharap mahasiswa di Kalimantan Barat ikut mendokumentasikan potensi dan persoalan daerah, termasuk bidang ekonomi, budaya, pendidikan, lingkungan, dan kehidupan sosial. Ia juga mengapresiasi dukungan Astra Motor Kalbar, Alfamart, Aming Coffee, serta mitra lain dalam penyelenggaraan pelatihan.