
BRIN Dorong Pengendalian Begomovirus
13 menit yang lalu
RANS menyebut mundurnya sejumlah pengisi acara membuat susunan kegiatan disesuaikan, sementara dampak keuangan masih dievaluasi.
Terbit · 2 min read

PT Rans Entertainment Indonesia Tbk. (RANS) menyatakan menghormati keputusan sejumlah pengisi acara dan tenant yang mundur dari RANS Carnival Yogyakarta. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, manajemen juga menyebut telah menyesuaikan pelaksanaan acara.
RANS Carnival berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Sleman, Yogyakarta. Perseroan menyebut acara itu digelar gratis untuk masyarakat dan melibatkan musisi, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif lokal.
Dalam pernyataan yang dikutip CNBC Indonesia pada Rabu (4/11/2026), manajemen mengatakan sejumlah pengisi acara tidak dapat berpartisipasi sebelum kegiatan berdasarkan pertimbangan masing-masing.
Menanggapi dugaan pengerahan warga dengan imbalan Rp50.000 yang disebut dalam pemberitaan dan pesan WhatsApp yang beredar, RANS menyatakan tidak menginstruksikan, menginisiasi, atau mendanai kegiatan tersebut. Manajemen juga menyatakan tidak memberi instruksi kepada kepolisian, perangkat kelurahan, perangkat desa, atau pihak lain untuk melakukannya.
Perseroan menyebut perkembangan situasi menjelang acara turut memengaruhi persiapan dan partisipasi sejumlah pengisi acara serta pelaku usaha. Salah satu hal yang menjadi sorotan publik adalah kehadiran Raffi Ahmad dalam peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026.
Menurut klarifikasi Polda Metro Jaya selaku penyelenggara yang disampaikan dalam laporan CNBC Indonesia, Raffi hadir sebagai tamu undangan. RANS menyatakan para musisi yang semula dijadwalkan tampil belum dapat berpartisipasi berdasarkan pertimbangan masing-masing terkait perkembangan situasi.
RANS menyesuaikan susunan pengisi acara dan rangkaian kegiatan, tetapi acara tetap berjalan selama dua hari sesuai jadwal dengan konsep lebih sederhana. Manajemen mengatakan kegiatan tetap melibatkan musisi lokal, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif di Yogyakarta.
Perseroan masih mengevaluasi dampak penyesuaian terhadap pendapatan dan beban penyelenggaraan melalui penyusunan laporan realisasi keuangan. RANS menyatakan penilaian sementara menunjukkan kondisi itu tidak berdampak material terhadap operasional, kinerja keuangan, arus kas, atau kemampuan memenuhi kewajiban.
Untuk kegiatan berikutnya, RANS berencana memperkuat manajemen risiko, koordinasi dengan pihak keamanan dan pemerintah daerah, serta pemantauan isu di media dan media sosial. Perseroan juga akan mengevaluasi aspek operasional, keamanan, reputasi, hukum, dan keuangan.