
Airlangga Jelaskan Status Peserta MagangHub
1 jam yang lalu
Pemerintah mendorong hilirisasi tujuh komoditas perkebunan untuk meningkatkan porsi ekspor produk olahan.
Terbit · 1 min read

Indonesia menargetkan lebih dari 90 persen ekspor komoditas perkebunan ke depan berbentuk produk olahan atau produk turunan. Menurut laporan iNews.id, Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet menyampaikan target tersebut dalam keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (6/11/2026).
Pemerintah mendorong hilirisasi untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional.
Alim mengatakan sekitar 20-30 persen ekspor perkebunan Indonesia saat ini masih berupa bahan mentah. Ia menyebut sawit, kakao, dan kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi.
“Target kita ke depan, mudah-mudahan kita bisa mencapai lebih dari 90 persen ekspor perkebunan sudah dalam bentuk produk turunan,” ujar Alim, dikutip iNews.id dari keterangan resmi.
Pemerintah mencanangkan hilirisasi tujuh komoditas perkebunan unggulan sejak 2025, yaitu tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala.
Program tersebut diarahkan untuk mengubah struktur industri perkebunan agar tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.
Di sisi hulu, program itu mencakup perluasan, peremajaan, dan rehabilitasi perkebunan seluas sekitar 870.000 hektare. Pelaksanaannya meliputi penyiapan lahan, penyediaan benih unggul bermutu, serta penerapan praktik budi daya yang baik.