
IHSG Mendatar Menanti Kebijakan Suku Bunga The Fed
9 menit yang lalu
Rupiah melemah 0,03 persen ke Rp18.085 per dolar AS, dan analis memperkirakan tekanan masih berlanjut.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNNIndonesia.com, nilai tukar rupiah berada di level Rp18.085 per dolar AS pada perdagangan Senin (26/10/2026) pagi. Mata uang Garuda melemah 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Menurut laporan yang sama, pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China dan ringgit Malaysia masing-masing naik 0,01 persen, sedangkan yen Jepang menguat 0,06 persen.
Sejumlah mata uang Asia lainnya melemah. Peso Filipina terkoreksi 0,32 persen, won Korea Selatan turun 0,07 persen, dolar Hong Kong melemah 0,02 persen, dan dolar Singapura turun 0,01 persen.
Pergerakan mata uang negara maju juga bervariasi. Euro menguat 0,18 persen, poundsterling Inggris naik 0,07 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,15 persen.
Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,10 persen dan dolar Kanada terkoreksi 0,01 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin. Tekanan itu antara lain berasal dari kekhawatiran eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali mendorong harga minyak naik di atas US$100 per barel. Arus keluar dana asing di pasar saham domestik juga masih terus membebani rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.150 per dolar AS pada perdagangan hari itu.