
Kemendes PDT Siapkan 71 Desa Percontohan Kuantum Desa
12 menit yang lalu
Renungan mengajak umat menghidupi kasih dan pengampunan serta peka terhadap penderitaan sesama.
Terbit · 1 min read

Manado Post menyajikan bacaan dan renungan Katolik untuk Senin (26/10/2026), dengan pesan tentang kasih, pengampunan, dan kepedulian terhadap sesama. Naskah itu memuat bacaan Injil Lukas 13:10-17 dan refleksi untuk kehidupan sehari-hari.
Bacaan tersebut mengisahkan Yesus mengajar di rumah ibadat pada hari Sabat, lalu menyembuhkan seorang perempuan yang telah menderita selama delapan belas tahun. Setelah disembuhkan, perempuan itu berdiri tegak dan memuliakan Allah.
Renungan Manado Post mengaitkan kisah itu dengan ajakan Santo Paulus untuk hidup ramah, penuh kasih, dan saling mengampuni. Pesan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas kasih Allah yang lebih dahulu diberikan kepada manusia melalui Kristus.
Dalam kisah Injil, kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan perempuan itu pada hari Sabat. Renungan menyoroti perbedaan sikap tersebut sebagai pengingat agar aturan tidak menghalangi kepedulian terhadap orang yang menderita.
Tulisan itu juga menyebut bahwa mengampuni dapat terasa sulit ketika seseorang masih mengingat luka atau perlakuan yang menyakitkan. Renungan mengajak pembaca untuk tidak membiarkan kebencian menguasai hati, tanpa menyamakan pengampunan dengan pembenaran atas kesalahan.
Menurut renungan tersebut, iman tidak hanya tampak dalam doa, Perayaan Ekaristi, atau kegiatan gereja, tetapi juga dalam cara seseorang memperlakukan orang lain. Tindakan kasih dapat diwujudkan dengan mendengarkan, menghibur, meminta maaf, dan memberi kesempatan untuk memperbaiki diri.
Renungan itu mengajak pembaca agar tidak terburu-buru menilai orang berdasarkan kesalahan, penampilan, atau masa lalunya. Sikap penuh pengertian, menurut tulisan tersebut, dapat menguatkan orang yang sedang menghadapi beban yang tidak diketahui orang lain.
Pada bagian penutup, tulisan tersebut mengajak umat menjadikan kasih sebagai pusat kehidupan iman dan menunjukkan kepedulian melalui perkataan serta tindakan. Naskah itu ditutup dengan ajakan untuk merenungkan apakah kehadiran seseorang membuat orang lain merasa diterima dan dikuatkan.