
Ronaldo dan Messi Berbelasungkawa atas De Miguel
13 menit yang lalu
Perusahaan memaparkan bisnis dan proyek infrastruktur serta komitmennya pada pembangunan hijau.
Terbit · 2 min read

Shudao Investment Group memperkenalkan kegiatan bisnis dan proyek pembangunan hijaunya dalam Global Panda Partners Conference 2026. Menurut laporan Xinhuanet yang dimuat ANTARA, perusahaan itu hadir sebagai bagian dari komunitas Panda Partners.
Konferensi berlangsung pada 2–4 November 2026 di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Acara tersebut mempertemukan ratusan perwakilan dari sekitar 30 negara dan wilayah untuk membahas pelestarian satwa liar, ekonomi hijau, serta pertukaran dan pembelajaran antarperadaban.
Dalam sesi pameran merek mitra panda yang menjadi bagian konferensi, Ketua Shudao Investment Group Zhang Sheng menyampaikan presentasi tentang hubungan panda raksasa dengan Jalan Shu, serta upaya perusahaan menghubungkan berbagai wilayah. Zhang menyebut panda raksasa dan Jalan Shu sebagai ikon budaya kawasan Bashu yang dikenal luas di dunia.
Perusahaan itu memiliki tiga sektor utama, yakni transportasi terpadu, energi dan mineral, serta integrasi industri dan keuangan. Ketiga sektor tersebut saling menopang, dengan transportasi sebagai bisnis inti yang menggerakkan sektor lainnya. Laporan yang sama menyebut Shudao Investment Group masuk daftar 500 perusahaan terbesar dunia versi Fortune selama lima tahun berturut-turut.
Zhang mengatakan Shudao akan terus menjalankan filosofi perusahaan yang mengedepankan pembangunan hijau, keterbukaan, dan kebersamaan. Ia juga menyampaikan keinginan perusahaan untuk memperkenalkan kisah panda raksasa kepada dunia dan berkontribusi dalam mewujudkan komunitas yang mencakup seluruh kehidupan di Bumi.
Shudao menyatakan pembangunan hijau menjadi bagian dari pendekatan bisnisnya, termasuk upaya menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dan pelestarian alam. Pada Jalan Tol Jiuzhaigou-Mianyang yang melintasi Taman Nasional Panda Raksasa, perusahaan membangun koridor khusus agar satwa liar dapat bermigrasi dan memulihkan hampir 400 hektare habitat asli, menurut laporan tersebut.
Dalam proyek Jalan Tol Leshan-Xichang, perusahaan merelokasi 3.269 tanaman langka yang termasuk kategori perlindungan nasional tingkat pertama dan kedua dengan metode relokasi konservasi. Untuk Jalan Tol Guangyuan-Mianyang, laporan itu menyebut perusahaan mengubah trase dan mengalokasikan dana tambahan guna sebisa mungkin menghindari kawasan hutan cemara kuno berusia lebih dari 1.000 tahun.
Di luar negeri, Shudao Investment Group berpartisipasi dalam inisiatif Sabuk dan Jalan dan terlibat dalam pembangunan sejumlah proyek infrastruktur, termasuk Jembatan 1915 Çanakkale di Turki, Jembatan Kereta Api Ayun di Terusan Suez, Mesir, dan Jembatan Hålogaland di Norwegia. Laporan tersebut menyebut jangkauan bisnis perusahaan kini mencakup lebih dari 60 negara dan wilayah.