
Bermain Game Sebelum Tidur Berisiko Mengganggu Istirahat
10 menit yang lalu
Pembekalan menyasar tiga unsur tenaga pendukung untuk memperkuat pengelolaan dan pendampingan siswa.
Terbit · 1 min read

Kementerian Sosial membekali 800 sumber daya manusia Sekolah Rakyat untuk memperkuat tata kelola dan pendampingan siswa dari keluarga kurang mampu. Menurut laporan ANTARA, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan hal itu di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/11/2026).
Pembekalan melibatkan tenaga manajemen kasus, satuan pengamanan, dan pengelola Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Saifullah mengatakan, “Tadi ada 800 dari tiga unsur. Yang pertama manajemen kasus, yang kedua satuan pengamanan, yang ketiga Dapodik pengelola data,” sebagaimana dikutip ANTARA.
Menurut Saifullah, pembekalan disesuaikan dengan tugas masing-masing unsur untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendukung. Ia menjelaskan Sekolah Rakyat menjalankan fungsi pendidikan, rehabilitasi, dan pemberdayaan bagi siswa dari keluarga miskin.
Ia mengatakan tenaga Sekolah Rakyat, termasuk kepala sekolah, guru, wali asrama, wali asuh, petugas keamanan, dan pengelola data, perlu bekerja disiplin serta mematuhi kode etik. Siswa berasal dari keluarga pada kelompok kesejahteraan desil satu dan dua dengan latar sosial serta pendidikan yang beragam.
Penerimaan siswa tidak menggunakan tes akademik. Menurut Saifullah, sebagian siswa pernah putus sekolah selama beberapa tahun, sehingga mereka memerlukan penyesuaian dalam pembelajaran dan pencatatan data pendidikan.
Ia menyebut masa adaptasi siswa umumnya berlangsung selama satu hingga enam bulan pertama, termasuk membiasakan diri dengan jadwal kegiatan berasrama. Tenaga manajemen kasus dibutuhkan untuk mendampingi persoalan siswa, sementara pengelola Dapodik perlu memperbarui data sesuai kondisi sebenarnya.
ANTARA melaporkan, Sekolah Rakyat saat ini melayani sekitar 45.000 siswa. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki gedung permanen berkapasitas sedikitnya 2.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA; dari 100 gedung yang tersedia, 93 telah beroperasi dan sisanya masih dibangun. Saifullah mengatakan, “Intinya, SDM-nya terus diperkuat, tata kelolanya terus diperbaiki, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan Bapak Presiden.”