
Ombudsman Perkuat Sidak Cegah Penyiksaan
13 menit yang lalu
SKK Migas menjajaki kemitraan hulu migas dengan sejumlah mitra dalam ADIPEC 2026.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan INPEX, Samsung, dan mitra bisnis lainnya dalam rangkaian Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026.
Keterangan mengenai kegiatan itu diterima di Jakarta, Rabu (4/11/2026). Kepala SKK Migas Djoko Siswanto juga melakukan kunjungan kehormatan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Uni Emirat Arab serta menghadiri acara Ikatan Ahli Tambang Indonesia (IATMI) Uni Emirat Arab dan diaspora.
Djoko menyampaikan bahwa ADIPEC menjadi wadah bagi Indonesia untuk menjajaki peluang dan membangun kemitraan strategis yang mendukung ketahanan energi. Ia menyebut kemitraan yang kuat dan berkelanjutan dengan komunitas energi global penting untuk menjalankan berbagai pekerjaan di sektor energi.
Menurut Djoko, industri hulu migas berperan strategis dalam upaya mewujudkan ketahanan energi. Ia menyebut sektor tersebut mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pasokan energi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri, dan berbagai peluang ekonomi.
Djoko mengatakan keikutsertaan Indonesia di ADIPEC bertujuan menciptakan kesepakatan yang saling menguntungkan. Investor dapat memperoleh imbal hasil yang menarik, sementara Indonesia mendapat manfaat berupa peningkatan produksi, ketahanan energi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia menawarkan peluang eksplorasi dan pengembangan hulu migas. Menurut Djoko, sumber daya hidrokarbon Indonesia berpotensi membuka peluang penemuan di masa depan.
Paviliun Indonesia dalam ADIPEC 2026 mengusung tema Indonesia sebagai cakrawala strategis bagi investasi energi global. Tema itu mencerminkan peluang kemitraan strategis dan potensi hulu minyak dan gas bumi Indonesia bagi investor dunia.
Partisipasi Indonesia didukung sebelas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan 13 Perusahaan Dalam Negeri (PDN). Mereka memperkenalkan peluang serta kapabilitas industri hulu migas Indonesia kepada komunitas energi internasional.