
Koalisi Saudi Cegat Drone Houthi
13 menit yang lalu
Uji laboratorium menunjukkan potensi perlindungan sel ginjal, tetapi manfaat dan keamanannya pada manusia belum terbukti.
Terbit · 1 min read

Penelitian mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan potensi ekstrak mahkota dewa untuk membantu melindungi sel ginjal dari efek cisplatin, obat kemoterapi. Menurut laporan CNNIndonesia.com, temuan itu masih berasal dari pengujian laboratorium dan belum membuktikan manfaatnya pada manusia.
Penelitian tersebut dilakukan Meirizky Zulharini S, Annishfia L. R, Siti Nurul H, dan Naisbitt Iman H, serta dipublikasikan UGM pada 2013. Pengujian dilakukan di Cancer Chemoprevention Research Center, Fakultas Farmasi UGM, menggunakan sel Vero sebagai model sel ginjal normal dan sel HeLa sebagai model sel kanker serviks.
Cisplatin digunakan untuk menangani berbagai jenis kanker, termasuk kanker serviks, tetapi dapat menyebabkan nefrotoksisitas atau kerusakan ginjal. Dalam penjelasan penelitian yang dikutip UGM, Meirizky menyebut kerusakan itu berkaitan dengan stres oksidatif akibat pembentukan radikal bebas.
Tim menguji ekstrak mahkota dewa karena tanaman tersebut mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Salah satu senyawa yang disebut dalam penelitian adalah kaempferol-3-O-beta-D-glukosida.
Pengujian juga mencakup kombinasi cisplatin dan ekstrak mahkota dewa untuk melihat pengaruhnya terhadap viabilitas sel. Hasilnya menunjukkan kombinasi pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan viabilitas sel Vero.
Temuan itu mengindikasikan potensi perlindungan terhadap sel ginjal dalam kondisi pengujian tersebut. Namun, uji pada sel di laboratorium tidak membuktikan bahwa mengonsumsi buah atau seduhan mahkota dewa dapat mencegah kerusakan ginjal pada pasien kanker.
Efektivitas, keamanan, dosis, dan kemungkinan interaksi dengan obat masih perlu diteliti lebih lanjut.