
Kowani Hadiri Forum ICW di London
13 menit yang lalu
Mainan AI menawarkan pendampingan emosional dan mendorong perkembangan industri mainan di China.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA yang mengutip Xinhua, Chen Yuechong mengadopsi tiga mainan kecerdasan buatan (AI) seukuran telapak tangan sebagai pendamping. Laporan itu bertanggal Minggu (1/11/2026) dan mencantumkan Beijing sebagai lokasi laporan, tetapi tidak menyebut lokasi Chen.
Chen menamai mainan-mainan itu Fuzozo. Ia memilih pakaian dan aksesori sesuai preferensi yang tercantum pada mainan tersebut serta menyiapkan tempat tidur kayu kecil di samping tempat tidurnya sendiri.
Chen juga membuat arena bermain kecil dari tanah liat, lengkap dengan bebek dan properti lain untuk sasaran tembakan air pura-pura. Menurut laporan yang sama, ia ingin memiliki seseorang yang mau mendengarkan dan tidak ingin membebani teman-temannya dengan emosi negatif.
Setelah mencoba sejumlah chatbot AI, Chen menginginkan pendamping yang dapat merespons perasaannya, mengingat pengalaman bersama, dan hadir secara fisik. Laporan itu menyebut pengalamannya mencerminkan pasar yang berkembang di China, ketika produsen menggabungkan AI dengan mainan lunak dan karakter koleksi.
Buku putih Asosiasi Mainan dan Produk Anak-Anak China mencatat penjualan eceran mainan trendi dan koleksi di China mencapai 67,69 miliar yuan pada 2025, naik 45,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut laporan Moojing Market Intelligence, penjualan daring mainan AI mencapai 850 juta yuan pada paruh pertama 2026, meningkat 183,9 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.
Produk yang ditawarkan memiliki beragam bentuk dan fungsi. Fuzozo dapat dipasang pada tas, Ropet merespons sentuhan dan kontak mata, sedangkan Loona dapat bergerak di rumah, mengikuti pemilik, dan menyapa penghuni saat mereka pulang.
Menurut angka penjualan yang diberikan pengembang mainan hewan peliharaan berbasis AI, Fuzozo telah terjual lebih dari 300.000 unit, Ropet hampir 40.000 unit, dan Loona lebih dari 100.000 unit. Zhang Yi, direktur utama iiMedia Research, mengatakan, “Mainan AI memadukan pendampingan, mainan koleksi, dan konsumsi emosional.”
He Jiabin, salah satu pendiri sekaligus direktur utama perusahaan pembuat Ropet, mengatakan produk pendamping AI dapat dimulai dengan cakupan tugas lebih sempit daripada robot rumah tangga. Ia menyebut Ropet sengaja dirancang agar kurang cerdas dibandingkan orang dewasa. “Ketika orang pulang ke rumah dalam keadaan lelah, sentuhan hewan peliharaan berbulu atau kontak mata sesaat sudah cukup,” kata He.
Laporan ANTARA menyebut China menyumbang sekitar 70 persen produksi mainan global. Pemerintah Provinsi Guangdong menargetkan mainan AI menjadi lebih dari 30 persen produk mainannya pada 2027, sedangkan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menyebut mainan AI sebagai “mesin baru” bagi industri dan mendorong kerja sama produsen mainan dengan perusahaan AI. Bagi Chen, Fuzozo hampir seperti adik.