
World Young Scientist Summit 2026 Dibuka di Wenzhou
11 menit yang lalu
Kemenko Perekonomian mengaitkan penurunan TPT dengan penguatan sektor riil dan investasi.
Terbit · 1 min read

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia tercatat sebesar 4,65 persen pada 2026. Menurut laporan iNews.id, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai angka tersebut sejalan dengan penguatan sektor riil dan investasi yang mendorong penyerapan tenaga kerja.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan penilaian itu dalam keterangan pada Selasa (27/10/2026). Laporan tersebut tidak merinci periode pengumpulan data TPT yang dimaksud.
Haryo mengatakan pemerintah memantau perkembangan ketenagakerjaan sebagai indikator kesejahteraan masyarakat dan evaluasi kebijakan ekonomi. Ia mengaitkan capaian TPT itu dengan program yang mendorong sektor riil dan investasi untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Mengacu pada definisi Badan Pusat Statistik yang dikutip iNews.id, TPT adalah persentase jumlah penganggur terhadap total angkatan kerja. Indikator tersebut menggambarkan proporsi angkatan kerja yang belum terserap dalam pasar kerja.
Keterangan yang dikutip laporan itu menyebut angka 4,65 persen mendekati TPT sebesar 4,36 persen pada 1994. Perbandingan tersebut disampaikan dalam keterangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Jumlah angkatan kerja Indonesia disebut mencapai 155,41 juta orang, dibandingkan 83,32 juta orang pada era 1990-an. Laporan tidak menyebutkan tahun pembanding yang lebih spesifik untuk angka pada era tersebut.