
Opini CNBC Indonesia Soroti Arah Transisi Energi
17 menit yang lalu
Bene memaknai kepahlawanan sebagai upaya memberi manfaat dan kesempatan bagi orang lain.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, sutradara dan aktor Bene Dion Rajagukguk memaknai pahlawan masa kini sebagai orang yang memberi manfaat dan membuka kesempatan bagi orang lain. Pandangan itu dibahas bersama ko-sutradara Kristo Immanuel serta aktris dan penyanyi Vanessa Simorangkir di Jakarta.
Perbincangan tersebut berlangsung Kamis (5/11/2026). Ketiganya membahas kepahlawanan dalam kehidupan modern dari sudut pandang berbeda.
Bene mengatakan kepahlawanan tidak harus berupa tindakan besar yang mendapat pengakuan publik. Menurut laporan yang sama, ia menilai pengetahuan, keterampilan, dan karya dapat digunakan untuk membantu orang lain.
Bene juga mendorong anak muda mengambil peran dalam berbagai bidang, termasuk pelestarian lingkungan, teknologi, pemberdayaan penyandang disabilitas, kewirausahaan, serta seni dan budaya. Ia menilai literasi dan kemauan berbagi pengetahuan dapat membantu generasi muda membangun kemandirian.
Saat diminta menyebut sosok yang mencerminkan kepahlawanan dalam perjalanan pribadinya, Bene menunjuk produser film Ernest Prakasa. Menurut laporan ANTARA, Ernest memberinya kesempatan masuk ke industri film dan mempercayakan penyutradaraan film panjang pertamanya, Ghost Writer, pada 2019.
Bene kemudian menyutradarai dan menulis Ngeri-Ngeri Sedap pada 2022. Film drama komedi keluarga itu dipilih sebagai wakil Indonesia untuk didaftarkan pada kategori Film Fitur Internasional Terbaik di Academy Awards ke-95, tetapi tidak masuk nominasi akhir, menurut laporan tersebut.
Kristo menyebut Bene sebagai sosok pahlawan dalam perjalanan kreatifnya. Ia menilai inisiatif Bene berperan dalam terwujudnya film musikal Batak Pulang Kampung; film itu dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.
Vanessa menyoroti pentingnya kebebasan berekspresi dan kesempatan berkarya bagi generasi muda. Pulang Kampung, yang diproduksi Imajinari bersama Jagartha dan Trinity Entertainment, mengangkat budaya Batak dan dijadwalkan disertai album lagu tema berisi sembilan lagu bernuansa Batak.