
MRS Mandalika Disebut Dorong Ekonomi Lokal
15 menit yang lalu
Denada mengatakan menjalani BBL di Turki; prosedur ini memindahkan lemak untuk membentuk bokong dan memiliki risiko komplikasi.
Terbit · 1 min read

Penyanyi Denada Tambunan mengatakan dirinya menjalani prosedur Brazilian Butt Lift (BBL) di Turki. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip detikhot, Denada menyampaikan hal itu di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026).
Denada mengatakan hasil operasi tersebut berusia sekitar dua minggu dan ia baru kembali dari Turki. Ia menyebut ingin memperbaiki bentuk pinggul dan bokong setelah berat badannya turun dalam beberapa tahun terakhir.
BBL merupakan prosedur untuk menambah volume dan membentuk bokong dengan memindahkan lemak dari bagian tubuh lain. Menurut Cleveland Clinic, prosedur ini bukan pengencangan dan tidak memperbaiki kekenduran.
Prosedur umumnya dilakukan dalam dua tahap, yakni menyedot lemak dari area seperti perut, pinggang, paha, atau punggung, lalu menyuntikkannya ke pinggul dan bokong. Ahli bedah plastik Profesor J. Petter Rubin dari American Society of Plastic Surgeons (ASPS) menjelaskan BBL sebagai pembesaran bokong menggunakan jaringan lemak pasien.
Rubin memperkirakan sekitar 20-40 persen lemak yang disuntikkan dapat diserap tubuh selama pemulihan. Pasien disarankan mengurangi waktu duduk atau tekanan pada area yang menerima cangkok lemak untuk membantu mempertahankan jaringan tersebut.
Menurut laporan yang sama, risiko kehilangan lemak berkurang sekitar bulan ketiga, ketika tampilan bokong dapat menjadi indikator hasil prosedur. BBL juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan meski sebagian orang menganggapnya sebagai pilihan selain implan bokong silikon.
ASPS menyebut penyuntikan lemak ke bokong melibatkan area dengan banyak pembuluh darah. Lemak yang masuk ke aliran darah dapat menyumbat pembuluh utama; data ASPS yang dikutip laporan tersebut mencatat satu dari 3.000 kasus BBL berujung pada komplikasi.
Ahli bedah plastik ASPS Steven Williams menjelaskan emboli lemak dapat terjadi ketika lemak masuk ke sistem vena dan memicu rangkaian kondisi berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Komplikasi berat umumnya muncul saat operasi atau beberapa jam sesudahnya, sedangkan risiko komplikasi sistemik serius dinilai lebih kecil setelah satu minggu, menurut Williams. Risiko lain yang disebut dalam laporan adalah infeksi.