
Unika De La Salle dan Unima Berdayakan Warga Kinabuhutan
11 menit yang lalu
Kelompok industri Korea Selatan meminta dukungan dana saat produksi drama televisi menurun dan biaya meningkat.
Terbit · 2 min read

Sebanyak 12 kelompok industri Korea Selatan mendesak pemerintah menyiapkan dana investasi khusus sebesar 1 triliun won atau sekitar Rp13,5 triliun untuk menopang produksi drama televisi. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Channel News Asia pada Kamis (5/11/2026), kelompok tersebut memperingatkan basis produksi drama negara itu terancam hancur.
Permintaan itu disampaikan kelompok yang mewakili produser hingga kru industri drama Korea. Laporan tersebut tidak menyebutkan waktu atau tempat penyampaian desakan itu.
Kelompok industri mengaitkan penurunan produksi berkepanjangan dengan kenaikan biaya operasional dan berkurangnya kapasitas investasi lembaga penyiaran lokal. Persaingan dengan platform siaran daring global, termasuk Netflix, turut menambah tekanan.
Menurut riset Korea IR Service yang dikutip dalam laporan, produksi drama turun dari 141 judul pada 2022 menjadi sekitar 115 judul pada 2025. Tiga jaringan siaran domestik juga memangkas produksi dari 91 judul pada 2012 menjadi 32 judul pada 2023.
Ketua Asosiasi Produksi Drama Korea, Song Byeong Joon, mengatakan situasi itu menghambat kesempatan bagi penulis baru, aktor pendukung, dan anggota kru. Ia menyebut, “Lingkungan seperti itu menyulitkan karya kedua penulis baru, peran utama pertama aktor pendukung, dan debut penyutradaraan anggota kru asisten,” menurut laporan tersebut.
Kelompok industri juga menyoroti persaingan dengan konten berdurasi pendek dan kecerdasan buatan yang, menurut mereka, memperebutkan perhatian penonton serta mengancam proses produksi. Laporan Korea IR Service pada 2025 menyebut bayaran bintang papan atas sebagai pendorong utama kenaikan biaya produksi.
Namun, Profesor administrasi bisnis Sun Moon University Kim Yong-hee menilai persoalan yang disampaikan kelompok itu lebih mencerminkan kemunduran siaran televisi terestrial, bukan penurunan industri konten secara keseluruhan. Data pemerintah yang dikutip laporan menunjukkan jumlah pekerjaan di industri konten naik tipis menjadi 693.090 pada 2025, sementara pekerjaan di bidang penyiaran turun 2,3 persen pada 2024.
Juru bicara Netflix Korea belum memberikan komentar langsung kepada media tersebut. Netflix, yang hadir di Korea Selatan sejak 2016, sebelumnya berjanji pada 2023 untuk menginvestasikan US$2,5 miliar selama empat tahun.