
Percasi Rencanakan Liga Catur Nasional Mulai 2027
12 menit yang lalu
BBTE 2026 mempertemukan pelaku pariwisata dan pembeli melalui pertemuan bisnis serta promosi destinasi.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Borobudur & Beyond Tourism Expo (BBTE) 2026 di Magelang menjadi wadah bagi pelaku industri pariwisata untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan produk dan destinasi unggulan, serta membangun kemitraan melalui pertemuan bisnis langsung antara penjual dan pembeli pariwisata.
Ketua Panitia BBTE 2026 Sugeng Sugiantoro menyampaikan di Magelang, Senin (26/10/2026), bahwa kegiatan ini mengusung konsep pasar pariwisata antarpelaku usaha atau B2B.
Konsep itu mempertemukan pelaku perhotelan, pengelola destinasi wisata, desa wisata, atraksi, transportasi, restoran, dan penyedia layanan pendukung dengan agen perjalanan, operator wisata, perusahaan pengelola destinasi, pembeli korporat, serta pelaku industri pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran (MICE).
Menurut laporan yang sama, BBTE 2026 dipersiapkan sebagai ruang pertemuan bisnis yang produktif bagi seluruh pelaku industri pariwisata. Sistem janji temu terjadwal (Pre-Scheduled Appointment/PSA) dirancang agar setiap pembeli dan penjual memiliki kesempatan membangun komunikasi bisnis yang lebih terarah, efektif, dan berpotensi menghasilkan kerja sama nyata.
Sugeng juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan mitra industri. "Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Kota Magelang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta seluruh mitra industri yang turut berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kami berharap BBTE 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan bisnis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan industri pariwisata di Magelang serta Jawa Tengah," katanya.
Ia menilai Jawa Tengah, khususnya kawasan Borobudur dan Magelang, memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi pariwisata dan MICE yang berdaya saing. Potensi itu, menurutnya, perlu didukung akses pasar, jaringan distribusi, dan kolaborasi bisnis yang berkelanjutan.
Kehadiran paviliun daerah diharapkan membuka akses langsung bagi pengelola destinasi dan usaha wisata lokal menuju jaringan pemasaran pariwisata yang lebih luas. Panitia penyelenggara juga menghadirkan 11 stan UMKM dari Kabupaten dan Kota Magelang.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 25 Oktober 2026 dengan registrasi peserta dan makan malam jejaring pembeli yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Magelang di Restoran Manohara Borobudur. Upacara pembukaan berlangsung pada 26 Oktober 2026, disusul pertemuan bisnis dan makan malam penyambutan di Puri Asri Hotel & Resort.
Pada 27 Oktober 2026, pertemuan bisnis dilanjutkan dengan makan malam perpisahan di Pendopo Pengabdian, Kota Magelang, dengan dukungan Pemerintah Kota Magelang. Pada 28 Oktober 2026, tur pascaacara bagi pembeli dijadwalkan mencakup kunjungan ke kawasan Candi Borobudur, makan siang di Nalendro Cafe Borobudur, serta pengenalan potensi wisata dan produk lokal Magelang.
Pengalaman langsung dalam rangkaian tur diharapkan memperkuat pemahaman pembeli terhadap destinasi dan membuka peluang penyusunan paket wisata baru. Laporan ANTARA menyebut perpaduan pertemuan bisnis, jejaring industri, promosi destinasi, dan kunjungan wisata diharapkan mendukung aktivitas akomodasi, transportasi, kuliner, atraksi wisata, dan jasa MICE.