
Kemenhaj Pastikan Situasi Umrah di Arab Saudi Aman
14 menit yang lalu
PB Percasi berencana menggelar Liga Catur Nasional mulai April 2027 sesuai pembahasan Rakernas Percasi 2026.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) berencana menggelar Liga Catur Nasional mulai April 2027. Rencana itu dibahas dalam Rakernas Percasi Ke-46 Tahun 2026.
Rakernas tersebut diikuti mayoritas peserta, yakni perwakilan dari 32 dari 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi.
Pemimpin Sidang Rakernas Percasi, Pandapotan Sinaga, dalam keterangan resmi pada Senin (26/10/2026) menyatakan bahwa liga ini dirancang untuk membangun catur sebagai olahraga profesional yang dikelola secara profesional. Ia berharap akan lahir klub-klub di berbagai daerah sehingga penyebaran catur tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.
Menurut laporan yang sama, kompetisi itu direncanakan menjadi wadah untuk membangun ekosistem kompetisi catur yang berkelanjutan di dalam negeri. Regulasi dan hal-hal yang menyangkut penyelenggaraan akan dibahas kembali oleh PB Percasi, lalu disosialisasikan kepada para anggota.
Pada tahap awal, kompetisi kemungkinan masih berupa satu divisi. Penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya diharapkan bisa terbagi menjadi dua tingkat, yaitu Liga Pratama dan Liga Utama.
Selain membahas liga, Percasi menyampaikan bahwa saat ini pihaknya fokus pada persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTT dan NTB. Menurut Pandapotan Sinaga, salah satu keputusan utama adalah pemerataan peserta PON melalui sistem prakualifikasi berbasis zona agar jangkauannya menyentuh seluruh warga Indonesia.
Rakernas juga menetapkan Jakarta sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-52 Tahun 2027 sekaligus Rakernas Percasi ke-47 Tahun 2027. Keputusan lain mencakup penerimaan laporan pertanggungjawaban kegiatan periode Mei 2025 sampai Oktober 2026, pengesahan gelar pemain nasional hasil Kejurnas Catur ke-50 Tahun 2025 di Mamuju, serta penetapan zonasi dan tuan rumah babak kualifikasi PON 2028 NTB-NTT.
Di antara rekomendasi Rakernas ialah meningkatkan proporsi catur agar lebih menarik minat masyarakat dan memperbaiki sejumlah pasal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Rakernas juga meminta PB Percasi mendorong agar catur kembali dipertandingkan di ajang O2SN, serta membentuk atau mempertimbangkan pembentukan Komisi Disiplin dengan sanksi lebih tegas, termasuk terhadap pemain yang melakukan pengaturan skor.
Rekomendasi lainnya menyangkut penyelenggaraan Liga Catur Nasional dengan catatan regulasinya diperbaiki dan dilengkapi. Rakernas juga menginstruksikan pembuatan surat resmi kepada Pengprov untuk menyusun basis data wasit yang dapat diakses lewat situs web resmi baru PB Percasi, dan mengusulkan penambahan medali cabang catur di PON 2028 NTB-NTT.