
Arema FC Kalahkan Dewa United 4-0 di Kanjuruhan
12 menit yang lalu
Makan menjelang tidur dapat memengaruhi gula darah, terutama bila porsinya besar dan tinggi gula.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, kebiasaan makan menjelang tidur dapat memengaruhi kadar gula darah sepanjang malam. Pengaruh itu terutama terjadi jika seseorang mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dalam porsi besar.
Ahli gizi terdaftar Jillian Kubala, MS, RD, menjelaskan melalui laman Health belum lama ini bahwa tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin selama tidur. Insulin adalah hormon yang membantu memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi atau disimpan.
Kondisi tersebut membuat konsumsi makanan tepat sebelum tidur berpotensi meningkatkan kadar gula darah pada malam hari. Risikonya perlu diperhatikan terutama oleh orang dengan pradiabetes atau diabetes yang mengalami gangguan pengaturan gula darah.
Jenis makanan yang dikonsumsi juga memengaruhi respons tubuh. Menurut laporan yang sama, makanan tinggi karbohidrat olahan dan gula tambahan, seperti kue kering, es krim, dan minuman bersoda, dapat memicu kenaikan gula darah lebih cepat karena rendah serat dan protein.
Sebaliknya, makanan yang mengandung protein dan serat dapat membantu memperlambat pencernaan serta penyerapan glukosa ke dalam aliran darah. Jika lapar menjelang tidur, seseorang dapat memilih camilan dalam porsi kecil, misalnya potongan apel dengan keju, sayuran dengan hummus, atau yoghurt Yunani dengan buah beri.
Selain memengaruhi gula darah, konsumsi makanan tinggi karbohidrat dalam waktu dekat dengan jam tidur juga dikaitkan dengan penurunan kualitas tidur. Salah satunya berkurangnya durasi tidur gelombang lambat yang berperan dalam pemulihan tubuh.
Sebuah penelitian pada 2024 menemukan bahwa jeda kurang dari tiga jam antara makan malam dan waktu tidur berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi. Namun, temuan itu menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa makan larut malam secara langsung menyebabkan diabetes.
Karena itu, mengatur waktu makan malam agar lebih awal dapat menjadi salah satu upaya menjaga kadar gula darah, sedangkan camilan malam sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan. Orang yang menggunakan obat diabetes atau memiliki kondisi medis tertentu disarankan mengikuti arahan tenaga kesehatan agar perubahan pola makan tidak meningkatkan risiko gula darah terlalu rendah.