
Hubungan Tanpa Status dan Risiko Patah Hati
15 menit yang lalu
Barang penting, elektronik, makanan, dan benda pribadi rentan tertinggal, rusak, atau terpapar kuman.
Terbit · 2 min read

Kantong di belakang kursi pesawat sering digunakan untuk menyimpan barang selama penerbangan. Namun, menurut laporan CNNIndonesia.com yang mengutip HuffPost, ada sejumlah barang yang sebaiknya tidak diletakkan di sana karena berisiko tertinggal, jatuh, rusak, atau terpapar kuman.
Pendiri sekaligus CEO agen perjalanan FlyOver Travel, Kristin Freeman, menyebut kantong tersebut kerap menjadi tempat penyimpanan beragam barang penumpang.
Paspor, ponsel, dompet, kunci rumah, dan obat-obatan disarankan disimpan di dalam tas yang aman dan tetap mudah dijangkau. Barang-barang itu dapat tertinggal di pesawat atau sulit diambil setelah penumpang turun.
Freeman mengatakan ia kerap melihat penumpang kembali ke arah pesawat karena barangnya tertinggal, terutama setelah penerbangan malam. Perencana perjalanan sekaligus kepala operasional Optimise Travel, Andreas Serra, mengatakan ia tidak menyimpan di kantong kursi barang yang mungkin ia perlukan dalam waktu dua jam setelah mendarat.
Earbud dan kacamata hitam juga berisiko terselip atau masuk terlalu dalam ke kantong. Laptop dan tablet dapat tidak tertampung dengan baik; menurut Freeman, kantong kursi hanya dirancang menahan beban beberapa kilogram.
Barang yang tidak tersimpan sepenuhnya dapat terlepas saat turbulensi atau menghalangi lorong ketika penumpang perlu keluar dari pesawat dengan cepat. Laptop, tablet, dan power bank dapat berisiko panas berlebih jika disimpan di tempat minim ventilasi, sehingga sebaiknya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau dan tidak tertimbun barang lain.
Serra menyarankan agar perangkat yang panas berlebih, mengembang, mengeluarkan asap, atau terbakar tidak lagi digunakan dan agar awak kabin segera diberi tahu. Kantong kursi tidak memberi perlindungan memadai bagi barang mudah pecah; Freeman menyarankan headphone besar dan kacamata disimpan di dalam tas.
Freeman menjelaskan bahwa kantong kursi digunakan banyak penumpang dan tidak selalu dibersihkan setiap pergantian penerbangan, sehingga berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kuman. Ia menyarankan agar barang yang mungkin bersentuhan dengan wajah atau mulut, seperti pelembap, kacamata, dan makanan, tidak disimpan di sana; masker juga sebaiknya tidak ditaruh di kantong. Makanan dan minuman berisiko tumpah, sedangkan Serra mengingatkan kantong itu bukan tempat menyimpan makanan atau membuang sampah seperti tisu bekas dan sisa makanan.