
BRIN Dorong Pengendalian Begomovirus
13 menit yang lalu
Kunjungan wisman turun bulanan, tetapi meningkat dibandingkan September 2025.
Terbit · 1 min read

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1.427.114 pada September 2026. Menurut laporan ANTARA, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut jumlah itu turun 10,79 persen dibandingkan Agustus, tetapi naik 2,31 persen secara tahunan.
Ateng mengatakan, kunjungan tersebut terdiri atas 1,28 juta melalui pintu masuk utama dan 144.806 melalui pintu masuk perbatasan. Berdasarkan negara asal atau paspor yang digunakan, wisatawan Malaysia mencatat kunjungan terbanyak, yakni 239.330 atau 16,76 persen dari total.
Wisatawan Australia mencatat 177.350 kunjungan, sedangkan wisatawan China sebanyak 153.570. Menurut laporan yang sama, kunjungan dari Malaysia dan China turun masing-masing 19,24 persen dan 5,53 persen dibandingkan Agustus 2026.
Sebaliknya, kunjungan wisatawan Australia meningkat 3,15 persen dari bulan sebelumnya. Secara tahunan, kunjungan dari China naik 35,59 persen dan dari Australia meningkat 8,46 persen.
Secara kumulatif, kunjungan wisman selama Januari hingga September 2026 mencapai 12,00 juta. Ateng mengatakan capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2020, sementara pada periode yang sama pada 2019 jumlahnya mencapai 12,10 juta.
Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali menjadi pintu masuk utama dengan kunjungan wisman terbanyak. Ateng menyebut kunjungan melalui bandara tersebut terutama berasal dari wisatawan pemegang paspor Australia.
BPS juga mencatat rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada kuartal ketiga 2026 sebesar 1.374,48 dolar AS. Nilai itu lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya, sebesar 1.285 dolar AS, dan periode yang sama pada 2025, sebesar 1.297,31 dolar AS.
Akomodasi menjadi komponen pengeluaran terbesar, dengan rata-rata 497,12 dolar AS per kunjungan. Pengeluaran untuk makanan dan minuman rata-rata 271,33 dolar AS, sementara belanja dan cendera mata sebesar 148,93 dolar AS per kunjungan. Laporan ANTARA mencantumkan kurs 1 dolar AS setara Rp18.161.