
New York Batasi Fitur Chatbot AI untuk Anak
12 menit yang lalu
Kuba menerima 477.707 wisatawan asing pada Januari-September 2026, di tengah krisis pariwisata.
Terbit · 1 min read

Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kuba turun 65,1 persen menjadi 477.707 orang pada Januari-September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut laporan Xinhua yang dimuat ANTARA.
Data Kantor Statistik dan Informasi Nasional Kuba menunjukkan jumlah itu berkurang 890.140 orang dibandingkan Januari-September tahun sebelumnya.
Kanada, pasar wisatawan terbesar bagi Kuba, mencatat penurunan kunjungan sebanyak 430.460 orang. Kunjungan dari Rusia berkurang 67.205 orang, warga Kuba yang tinggal di luar negeri turun 60.081 orang, dan wisatawan dari Amerika Serikat berkurang 42.984 orang.
Pariwisata merupakan salah satu sumber utama devisa Kuba. Sektor tersebut menghadapi krisis yang ditandai penangguhan sejumlah rute penerbangan, penutupan hotel, dan penarikan perusahaan internasional.
Pemerintah Kuba pada Juli mengatakan tekanan Amerika Serikat mendorong tujuh jaringan hotel internasional hengkang, termasuk Melia, Iberostar, dan Barcelo dari Spanyol. Laporan yang sama menyebut krisis diperburuk pembatasan pasokan minyak AS sejak Januari, ancaman tarif terhadap negara pemasok bahan bakar ke Kuba, serta perluasan sanksi pada Mei.
Kuba telah berada di bawah embargo ekonomi, perdagangan, dan keuangan AS selama lebih dari enam dekade. Pada Juni, Majelis Nasional Kekuasaan Rakyat Kuba menyetujui 176 langkah reformasi ekonomi dan sosial untuk meliberalisasi perekonomian.
Paket reformasi itu mencakup ketentuan untuk menarik investor baru dan memperluas partisipasi sektor swasta dalam industri pariwisata.