
PT Timah Pertimbangkan Buyback Saham
12 menit yang lalu
Tur di Kota Tua mengenalkan sejarah trem, becak, bajaj, hingga MRT di Jakarta.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNNIndonesia.com, program Free Walking Tour Kota Tua yang diselenggarakan Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua mengajak masyarakat menelusuri sejarah transportasi Jakarta, dari trem pada masa Batavia hingga MRT.
Tim CNNIndonesia.com mengikuti kegiatan itu pada Kamis (22/10/2026). Peserta berkumpul di Pusat Informasi Wisata Kota Tua pukul 15.00 WIB dan dipandu Siti Nur Liani, tenaga ahli pemandu wisata UPK Kota Tua. Rute bertajuk Jakarta Transportasi Story dijadwalkan setiap Selasa, Kamis, dan Jumat, dengan jadwal lengkap di situs Free Guide Walking Tour 2026.
Perjalanan dimulai dari Monumen Jalur Trem. Menurut laporan yang sama, trem mulai beroperasi di Batavia pada 1869 dengan tenaga kuda Sandelwood asal Nusa Tenggara Timur, lalu digantikan trem uap dan trem listrik. Moda transportasi ini berhenti beroperasi pada era 1960-an.
Liani menjelaskan alasan pergantian itu. "Trem kuda kemudian digantikan ke trem uap karena kuda adalah makhluk hidup yang melakukan ekskresi, jadi dinilai mengotori kota. Baru kemudian dibuat terobosan untuk trem uap pada 1883," jelas Liani.
Peserta kemudian melintasi Halte Kali Besar menuju kawasan kanal, yang dahulu terhubung dengan pelabuhan dan mendukung pergerakan barang. "Dulunya kanal adalah sungai alami Ciliwung yang berkelok-kelok, kemudian diluruskan oleh Belanda menjadi seperti kanal yang ada di Amsterdam," kata Liani.
Rute berlanjut ke area pemberhentian TransJakarta, yang mulai beroperasi pada 2004. Gagasannya direncanakan sejak 2001 pada masa Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan terinspirasi layanan TransMilenio di Bogotá, Kolombia. Tak jauh dari sana, peserta dapat melihat sisa rel trem di dekat Bank Indonesia.
Titik penting berikutnya adalah Stasiun Jakarta Kota atau Stasiun Beos. Stasiun ini dirancang arsitek Belanda Frans Johan Louwrens Ghijsels, dibangun sejak 1914, dan diresmikan pada 8 Oktober 1929. "Frans adalah salah satu arsitek terkenal di Belanda, dan ternyata ia lahir di Tulungagung," ujar Liani.
Di kawasan stasiun, peserta mendapat penjelasan tentang becak dan bajaj. Becak mulai dikenal di Jakarta pada 1930 dan disebut dikembangkan seorang pemilik toko sepeda di Makassar bernama Seiko-san. Adapun bajaj masuk ke Jakarta pada 1975 dan namanya berasal dari Bajaj Auto, perusahaan otomotif asal India.
Tur ditutup di dalam Stasiun Jakarta Kota, tempat peserta dapat melihat galeri MRT. Galeri itu menyajikan informasi perkembangan transportasi modern Jakarta dan menampilkan temuan arkeologi dari proyek pembangunan MRT Jakarta.