
Kasus Campak di AS Lampaui 5.000 pada 2026
14 menit yang lalu
Kemarau menyusutkan air waduk dan membuka hamparan rumput yang menarik pengunjung pada sore hari.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan iNews.id, volume air Waduk Cengklik di Boyolali, Jawa Tengah, menyusut lebih dari 50 persen akibat kemarau panjang. Surutnya air membuka hamparan rumput hijau yang menjadi daya tarik wisata dadakan.
Kawasan yang dikenal sebagai Sabana Sunset itu ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hari.
Pengunjung datang untuk bersantai, berfoto, memancing, dan menikmati makanan bersama keluarga sambil menunggu matahari terbenam. Beragam kegiatan itu berlangsung di sekitar waduk.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung melewati jalan pematang sawah dengan sepeda motor. Di tepi waduk, mereka menjumpai daratan luas yang ditumbuhi rerumputan hijau.
Saat cuaca cerah, pengunjung dapat melihat matahari terbenam dengan latar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pemandangan tersebut menjadi salah satu daya tarik Sabana Sunset.
Menurut laporan yang sama, hamparan menyerupai sabana itu muncul seiring menyusutnya air waduk selama musim kemarau. Dalam sebulan terakhir, semakin banyak daratan di sekitar Waduk Cengklik yang terbuka dan ditumbuhi rumput hijau; kawasan tersebut ramai dikunjungi, khususnya pada sore hari.