
Waduk Cengklik Surut, Sabana Sunset Ramai Dikunjungi
19 menit yang lalu
CDC melaporkan ribuan kasus campak, dengan sebagian besar pasien belum divaksinasi atau status vaksinasinya tidak diketahui.
Terbit · 1 min read

Kasus campak di Amerika Serikat pada 2026 telah melampaui 5.000, menurut laporan ANTARA yang mengutip Xinhua. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat 5.164 kasus di 47 yurisdiksi AS serta 18 kasus di antara pengunjung internasional yang datang ke negara itu.
Data tersebut mencakup kasus yang dilaporkan sepanjang 2026. Sumber tidak merinci tanggal pelaporan angka tersebut.
CDC mencatat 562 pasien, atau sekitar 11 persen dari kasus terkonfirmasi, dirawat di rumah sakit. Sekitar 96 persen kasus melibatkan orang yang belum divaksinasi atau status vaksinasinya tidak diketahui.
Jumlah kasus kumulatif pada 2026 itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2.289 kasus yang dilaporkan pada 2025. Angka pada 2026 merupakan total tahunan tertinggi di AS sejak 1991.
Pejabat kesehatan Wisconsin melaporkan pada Kamis (5/11/2026) seorang bayi meninggal akibat campak di tengah wabah yang masih berlangsung di bagian barat daya negara bagian tersebut. Departemen Layanan Kesehatan Wisconsin menyebut kematian itu sebagai yang pertama dilaporkan di negara bagian tersebut sejak 1990.
Pihak koroner menyatakan campak sebagai penyebab langsung kematian bayi itu. Laporan sumber tidak mencantumkan tanggal kematian maupun identitas bayi.
CDC merekomendasikan dua dosis vaksin campak, gondongan, dan rubela sebagai perlindungan terbaik terhadap campak. Data CDC juga menunjukkan cakupan vaksinasi siswa taman kanak-kanak di AS menurun dalam beberapa tahun terakhir. Sumber tidak merinci besaran penurunan tersebut.