
Fleetwood Singkirkan Arsenal di Piala Liga
16 menit yang lalu
Menteri Pariwisata menilai konser Kanye West menunjukkan potensi Indonesia sebagai tujuan acara musik internasional.
Terbit · 1 min read

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong Indonesia menghadirkan lebih banyak acara musik internasional setelah konser Kanye West di Jakarta. Menurut laporan CNNIndonesia.com, ia menilai konser tersebut dapat menjadi momentum untuk mengembangkan wisata musik.
Konser Ye Live in Jakarta berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Widiyanti menyampaikan pernyataannya pada Senin (26/10/2026).
Widiyanti menilai konser itu menunjukkan potensi Indonesia menjadi pusat konser dan festival musik internasional, terutama di kawasan Asia Pasifik. Ia menyebut daya tarik destinasi, besarnya pasar, profesionalisme pelaku industri, dan kolaborasi sebagai modal Indonesia.
Widiyanti mengatakan keberhasilan Ye Live in Jakarta perlu menjadi momentum untuk menghadirkan lebih banyak acara musik internasional di Indonesia. Ia juga menyebut daya tarik destinasi, pasar yang besar, pelaku industri yang semakin profesional, serta semangat kolaborasi sebagai kekuatan Indonesia.
Menurut laporan CNNIndonesia.com, konser tersebut dihadiri 70 ribu penonton, termasuk 25 ribu orang yang berasal dari 80 negara. Data promotor Raw Vision Collective yang dikutip Kementerian Pariwisata menyebut tujuh negara penyumbang penonton internasional terbanyak adalah Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan China.
Data Raw Vision Collective dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DKI Jakarta menunjukkan konser itu menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp600 miliar. Widiyanti mengatakan Kementerian Pariwisata telah mendukung lebih dari 25 acara internasional untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam menarik kegiatan berskala global.
Untuk konser tersebut, kementerian mendukung persiapan melalui penerbitan surat rekomendasi kegiatan untuk pengajuan izin, rekomendasi visa dan kemudahan keimigrasian, serta rekomendasi kepabeanan bagi peralatan konser. Menurut Kementerian Pariwisata, acara internasional dapat memperkuat identitas Indonesia sebagai tujuan acara musik dan menggerakkan rantai ekonomi pariwisata musik nasional.
Widiyanti menyebut penyelenggaraan acara internasional memerlukan kesiapan, kolaborasi, dan koordinasi. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, promotor Raw Vision Collective, pekerja, pelaku industri pariwisata, UMKM, masyarakat, dan penggemar musik yang mendukung konser tersebut.