
Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya
16 menit yang lalu
Prancis mengerahkan sekitar 70.000 personel keamanan menjelang aksi unjuk rasa lanjutan pada Sabtu.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyatakan sekitar 70.000 anggota kepolisian dan gendarmerie atau polisi militer akan dikerahkan untuk menjaga keamanan dalam aksi unjuk rasa lanjutan di Prancis pada Sabtu (24/10/2026).
Nunez menyampaikan hal itu dalam konferensi pers pada Jumat (23/10/2026). Ia menyebut pengerahan 70.000 anggota tersebut akan dilakukan keesokan harinya.
Pihak berwenang juga berencana melibatkan personel militer serta unit khusus elite dari kepolisian dan gendarmerie, kata Nunez.
Menurut laporan yang sama, puluhan ribu petugas itu tidak akan terlibat langsung dalam menjaga ketertiban di lokasi unjuk rasa. Mereka akan bertugas menjaga gedung-gedung dan melaksanakan tugas lain untuk mendukung aparat penegak hukum.
Nunez menambahkan bahwa helikopter, pesawat nirawak, kendaraan lapis baja, dan meriam air juga akan dikerahkan.
Aksi protes di Prancis dimulai sejak pertengahan September, ketika para siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa turun ke jalan di pinggiran kota Paris. Mereka menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah.
Para siswa itu kemudian bergabung dengan kelompok masyarakat yang kecewa terhadap kenaikan harga di negara tersebut. Akibatnya, aksi protes meluas ke wilayah-wilayah lain di seluruh negeri.
Aksi protes terbesar terjadi saat demonstrasi nasional pada Sabtu (17/10/2026). Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, sekitar 550.000 orang ikut serta dalam aksi tersebut.
Pada aksi itu, aparat keamanan Prancis menggunakan gas air mata, granat setrum, dan meriam air untuk menghadapi para demonstran.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.