
Kolesterol LDL Tinggi Tingkatkan Risiko Stroke
14 menit yang lalu
Rangkuman ANTARA mencakup penanganan karhutla, pendidikan, dan pencairan dana operasional.
Terbit · 1 min read

ANTARA merangkum lima isu nasional, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga pencairan dana operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Laporan itu diterbitkan pada 27 Oktober 2026 dan memuat informasi yang diberitakan pada tanggal tersebut.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengerahkan tim Baznas Tanggap Bencana untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan. Menurut laporan ANTARA, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyebut upaya yang dilakukan mencakup pemadaman api dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat, petugas, dan relawan yang terdampak. Laporan itu tidak merinci lokasi penanganan maupun jumlah personel yang dikerahkan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan 15 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Menurut laporan ANTARA, operasi itu dilakukan untuk membantu penanganan karhutla.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan operasi tersebut berlangsung secara masif. Ia menyampaikan keterangan itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 27 Oktober 2026.
Di bidang pendidikan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut penguasaan sains, teknologi, serta ekonomi kreatif penting untuk mendukung peningkatan ekonomi Indonesia. Menurut laporan ANTARA, ia juga menilai ekonomi kreatif perlu dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan penyaluran tunjangan profesi guru bagi guru non-ASN telah mencapai 100 persen pada pukul 10.30 WIB, 27 Oktober 2026. Menurut laporan ANTARA, pembayaran itu mencakup Juli, Agustus, dan September, dengan nominal Rp2 juta per guru per bulan.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional menyebut sejumlah faktor dapat menyebabkan dana operasional SPPG tidak masuk ke akun virtual. Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan salah satu penyebabnya ialah SPPG tidak melaporkan penggunaan dana harian melalui Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional. Laporan ANTARA tidak merinci faktor lainnya.