
Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah Jadetabek
17 menit yang lalu
Shalat dapat memberi jeda, rutinitas, dan dukungan spiritual, tetapi bukan pengganti bantuan profesional.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, shalat berpotensi mendukung kesejahteraan psikologis melalui jeda untuk berdoa dan memusatkan perhatian pada ibadah. Dampaknya dapat berbeda pada setiap orang, dan hubungan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Dalam laporan yang sama, ANTARA menjelaskan bahwa shalat melibatkan gerakan, bacaan Al-Qur’an, doa, dan pemusatan perhatian. Bagi sebagian orang, kegiatan itu menjadi ruang sejenak untuk menjauh dari persoalan sehari-hari.
Rutinitas ibadah dapat membantu seseorang berhenti sejenak dari aktivitas dan tekanan. Laporan ANTARA mengaitkan unsur ketenangan serta pemusatan perhatian dalam shalat dengan pengalaman relaksasi, tetapi menyebut keduanya tidak sepenuhnya sama.
Laporan itu juga membahas penelitian berjudul Mindfulness in Salah Prayer and its Association with Mental Health yang diterbitkan dalam Journal of Religion and Health pada 2017. Penelitian terhadap 174 peserta menemukan skor kesehatan mental lebih baik pada peserta yang rutin shalat dengan perhatian penuh dibandingkan kelompok pembanding dalam penelitian tersebut.
Temuan itu menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa shalat secara langsung menyebabkan perbaikan kesehatan mental. Pengukuran dalam penelitian tersebut juga mencakup laporan dari peserta sendiri.
ANTARA menyebut shalat dapat menjadi momen refleksi, membantu sebagian orang mengingat nilai yang diyakini, serta memberi struktur waktu melalui rutinitas lima waktu. Shalat berjamaah juga dapat membuka kesempatan berinteraksi dan memperoleh dukungan sosial.
Namun, pengalaman spiritual setiap orang berbeda dan shalat bukan pengganti bantuan profesional. Laporan ANTARA menyarankan orang yang mengalami keluhan berkepanjangan hingga mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan sosial, atau kegiatan sehari-hari untuk mempertimbangkan konsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan yang kompeten.