
Krakatau Steel Kembangkan Hilirisasi Nikel
12 menit yang lalu
Rangkuman ANTARA mencakup film Garin Nugroho, kesehatan, internet, dan uji kendaraan otonom.
Terbit · 1 min read

ANTARA merangkum sejumlah berita yang disiarkan pada Rabu (28/10/2026), mulai dari film karya Garin Nugroho hingga uji teknologi kendaraan otonom di China. Rangkuman itu juga memuat informasi tentang kesehatan saat peralihan musim dan ancaman pemutusan akses internet Indonesia.
Film Garin berjudul “Merah Sebelum Fajar” atau “Red Before Dawn” ditayangkan perdana di Tokyo, Jepang, pada Selasa (27/10/2026). Menurut laporan ANTARA, Nicholas Saputra menjadi pemeran utama sekaligus produser dan pencetus gagasan film tersebut.
Garin menyerukan penghentian perang dan genosida di Gaza serta menyatakan dukungannya bagi Palestina setelah penayangan film. ANTARA melaporkan seruan tersebut dalam berita tentang pemutaran perdana filmnya.
Dalam berita kesehatan, Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Sukamto Koesnoe, menyebut vaksinasi dapat membantu meningkatkan ketahanan terhadap risiko penyakit seperti influenza saat peralihan musim kemarau ke musim hujan.
ANTARA juga memberitakan tanggapan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid atas ancaman mantan anggota parlemen Singapura Calvin Cheng Ern Lee mengenai pemutusan akses internet Indonesia. Dalam unggahan Instagram, Meutya menyatakan sebagian besar jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut yang terhubung ke Singapura melewati perairan Indonesia.
Di bidang otomotif, Volkswagen memulai pengujian teknologi pengemudian otonom Level 3 di jalan umum di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, setelah mendapat izin uji jalan. Produsen mobil asal Jerman itu menargetkan persiapan teknologi tersebut pada 2027.
ANTARA menyebut kelima berita itu termasuk dalam rangkuman kanal hiburan, gaya hidup, teknologi, dan otomotif yang dapat disimak kembali pada pagi setelah berita-berita tersebut disiarkan. Materi sumber tidak merinci jadwal pengujian Volkswagen lebih lanjut.