
BEI Keluarkan 81 Saham HSC dari IHSG
12 menit yang lalu
Negosiator AS mempertimbangkan keringanan tarif baja dan otomotif bagi Kanada, tetapi kesepakatan masih bergantung pada konsesi lebih lanjut.
Terbit · 1 min read

Amerika Serikat dan Kanada sedang membahas kemungkinan pengurangan tarif AS atas impor baja dan mobil asal Kanada, menurut laporan ANTARA yang mengutip sumber dari kedua negara.
Dalam laporan yang terbit Selasa (27/10/2026), ANTARA menyebut negosiator AS mempertimbangkan penurunan tarif sebesar 50 persen untuk produk baja dan 25 persen untuk sektor otomotif. Lokasi pembicaraan tidak disebutkan.
Sumber dari pihak Kanada mengatakan kesepakatan kemungkinan tercapai sebelum pemilu sela Kongres AS yang dijadwalkan pada 3 November 2026. Namun, sumber AS menyebut Washington menginginkan konsesi lebih lanjut dari Kanada.
Pembahasan berpusat pada Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick karena keringanan yang dibicarakan menyangkut tarif yang dikelola Departemen Perdagangan AS. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer disebut bukan tokoh utama dalam pembicaraan tersebut.
Menurut laporan yang sama, Lutnick belakangan menjalin kontak lebih erat dengan Dominic LeBlanc, Menteri Perdagangan Kanada-AS sekaligus Menteri Urusan Antar-Pemerintah Kanada. Juru bicara LeBlanc mengatakan Kanada tetap berdialog dengan AS dan siap bekerja dengan itikad baik demi hubungan perdagangan yang lebih saling menguntungkan serta menghormati kepentingan Kanada.
Hubungan kedua negara menegang sejak 2025 karena perselisihan perdagangan dan dampak diplomatik yang lebih luas. Pada Agustus 2026, perundingan menemui jalan buntu dan AS mulai mengenakan tarif 50 persen atas barang Kanada senilai 20 miliar dolar AS.
Kanada membalas langkah itu dengan menargetkan sejumlah produk AS, termasuk baja, produk susu, peralatan rumah tangga dan pertanian, bubur kertas dan kertas, serta produk elektronik. Pada Rabu (21/10/2026), Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan pemerintahnya bersedia melanjutkan negosiasi untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang adil jika AS siap berunding dengan itikad baik.