
Pierce Brosnan Dukung Callum Turner sebagai Bond
14 menit yang lalu
Faktor genetik, perubahan hormon, cuaca, dan kebiasaan perawatan dapat memengaruhi minyak di wajah.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, kulit wajah berminyak dapat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari genetik dan usia hingga hormon serta kebiasaan perawatan. Produksi sebum berlebih dapat membuat wajah terasa lengket dan, pada sebagian orang, disertai jerawat.
Laporan ANTARA mencantumkan Jakarta sebagai dateline dan terbit pada Rabu (4/11/2026). Sebum merupakan minyak alami yang diproduksi kelenjar sebaceous dan berfungsi menjaga kelembapan kulit.
Faktor genetik dapat memengaruhi ukuran serta aktivitas kelenjar minyak. Perubahan kulit juga dapat berlangsung seiring bertambahnya usia, termasuk ketika kadar hormon dan aktivitas kelenjar minyak menurun.
Menurut laporan yang sama, kurangnya cairan dapat membuat kulit mengalami dehidrasi dan dikaitkan dengan peningkatan produksi sebum. ANTARA menyarankan asupan air yang cukup untuk membantu menjaga hidrasi kulit.
Ukuran pori-pori, yang menurut laporan tersebut dapat dipengaruhi ukuran kelenjar minyak dan faktor genetik, juga dibahas sebagai hal yang berkaitan dengan tampilan kulit. Bekas jerawat dan perubahan berat badan disebut dapat membuat pori-pori terlihat lebih besar; ukuran pori-pori sendiri tidak dapat diperkecil, tetapi retinol dapat membantu membuatnya tampak lebih kecil.
Cuaca panas dan lembap dapat membuat kulit lebih berminyak, sedangkan cuaca dingin dapat mengurangi produksi minyak dan membuat kulit terasa lebih kering. ANTARA menyebut kertas minyak serta pelembap atau produk riasan dengan hasil akhir matte sebagai pilihan untuk mengatasi minyak berlebih.
Laporan itu juga mengingatkan bahwa anggapan pelembap selalu membuat kulit berminyak tidak benar. Untuk kulit berminyak, ANTARA menyarankan pelembap berbahan dasar air dan bertekstur ringan, serta memilih produk berlabel bebas minyak dan tidak menyumbat pori.
Perubahan hormon saat menstruasi, pubertas, kehamilan, atau menopause dapat meningkatkan produksi minyak. Stres juga disebut dapat meningkatkan hormon kortisol; laporan ANTARA menyarankan kegiatan relaksasi, seperti meditasi atau yoga, untuk membantu mengelolanya.