
Ansari Minta Orang Tua Bangun Komunikasi Terbuka
18 menit yang lalu
BNPB menyiapkan penanganan kekeringan dan karhutla di tengah perkiraan mundurnya musim hujan.
Terbit · 2 min read

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan mitigasi untuk mengantisipasi potensi mundurnya awal musim hujan hingga awal 2027 akibat El Nino sangat kuat, menurut laporan ANTARA.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Ia mengatakan BNPB memantau dan mengevaluasi pemutakhiran data cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kekeringan berkepanjangan.
BNPB bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menyusun penanganan harian hingga mingguan untuk mengendalikan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Berton menyebut operasi modifikasi cuaca dengan penyemaian NaCl sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan potensi hujan; satuan tugas udara bekerja berdasarkan analisisnya.
Direktorat Pengendalian Bencana BNPB melaporkan penanganan kebakaran di sejumlah provinsi prioritas. Luas lahan terbakar yang ditangani tercatat 7.938 hektare di Kalimantan Tengah, 1.974 hektare di Kalimantan Selatan, 1.290 hektare di Kalimantan Barat, 5.194 hektare di Sumatera Selatan, dan 2.025 hektare di Jambi.
Untuk mengatasi dampak kekeringan, BNPB bersama pemerintah daerah dan organisasi atau lembaga nirlaba juga menyalurkan bantuan air bersih. Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, periode hari tanpa hujan mencapai 131 hari atau lebih dari empat bulan; BMKG mengaitkan kondisi itu dengan El Nino sangat kuat.
Menurut laporan yang sama, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik mencapai +2,63 derajat. BMKG menyatakan angka tersebut menunjukkan El Nino kategori sangat kuat yang diproyeksikan bertahan hingga awal 2027.
BMKG memperkirakan awal musim hujan di sebagian besar Indonesia datang lebih lambat, mencakup 529 Zona Musim atau sekitar 61,08 persen luas daratan. Musim hujan diperkirakan mulai bertahap pada November 2026 di 185 Zona Musim dan Desember 2026 di 266 Zona Musim.
BMKG juga memperkirakan puncak musim hujan berlangsung bertahap pada Desember 2026 di 155 Zona Musim, Januari 2027 di 162 Zona Musim, dan Februari 2027 di 190 Zona Musim. Meski awalnya diperkirakan mundur, curah hujan di 510 Zona Musim diprediksi tetap normal, sementara durasi musim hujan di 482 Zona Musim diperkirakan lebih pendek dari kondisi normal.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.