
Empat Skenario Politik Israel usai Pemilu Buntu
8 menit yang lalu
Kegiatan di Jakarta diikuti 160 peserta dan menggabungkan lari dengan perjalanan menggunakan LRT Jakarta.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, PT LRT Jakarta menggelar Road to Larata Run 2026 di Jakarta pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan itu memadukan lari dan penggunaan transportasi publik dalam rangkaian peringatan tujuh tahun operasional komersial LRT Jakarta.
Sebanyak 160 peserta menempuh rute lari sejauh 5 kilometer dari kawasan GAFOY, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, menuju Stasiun Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta Aris Rizal Arafah mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong penggunaan transportasi publik melalui gaya hidup sehat. Dari Stasiun Velodrome, peserta kembali ke kawasan Kelapa Gading menggunakan LRT Jakarta melalui Stasiun Boulevard Utara.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup di kawasan GAFOY dengan kompetisi busana bertema Betawi Style. Aris mengatakan kegiatan itu menjadi langkah awal menuju acara puncak Larata Run yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Desember 2026.
Untuk acara puncak tersebut, PT LRT Jakarta menargetkan 1.600 peserta dalam kategori jalan santai 5K dan lari 8K. Acara itu juga direncanakan diramaikan 500 pesepeda lintas komunitas dengan rute dari Manggarai menuju garis finis di Depo LRT Jakarta, Kelapa Gading.
Laporan ANTARA menyebut momentum kegiatan itu sekaligus memperkuat posisi Kelapa Gading sebagai sentra aktivitas warga dan simpul transit modern di Jakarta. PT LRT Jakarta merencanakan pengembangan jaringan layanan menuju Sunter, Jakarta International Stadium, dan Pantai Indah Kapuk.
Rencana jangka panjang perusahaan mencakup jalur lanjutan menuju Manggarai dan Dukuh Atas. PT LRT Jakarta menyatakan tengah bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, antara lain melalui rencana uji coba Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Kelapa Gading untuk mendorong aktivitas ekonomi lokal.
Perusahaan juga tengah mematangkan kajian pengembangan Kawasan Berorientasi Transit. Dalam laporan ANTARA, pengembangan itu disebut diarahkan untuk menghadirkan kawasan hunian terpadu yang ramah, inklusif, dan berkelanjutan.