
Menlu Prancis dan RI Bahas Kemitraan di G20
8 menit yang lalu
Pengprov Soft Tennis DKI menyebut pembinaan atlet muda dan latihan berkelanjutan menopang prestasi tim.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Ketua Pengurus Provinsi Soft Tennis DKI Jakarta Herman Sukmadipura menyatakan regenerasi atlet tetap terjaga setelah DKI Jakarta menjadi juara umum Kejuaraan Nasional Soft Tennis Indonesia 2026.
Kejurnas berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Herman menyampaikan keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Herman mengatakan pembinaan atlet muda menjadi bagian penting untuk menjaga prestasi dalam jangka panjang. “DKI Jakarta tetap berkomitmen memperkuat pembinaan atlet muda,” kata Herman.
Menurut laporan yang sama, sejumlah atlet muda mengikuti kejurnas, termasuk pemain berusia 16 tahun dan Hanifa yang berusia 19–20 tahun. Herman mengatakan pembinaan mereka terus berjalan agar dapat menjadi penerus atlet DKI Jakarta.
Pelatih tim Soft Tennis DKI Jakarta, Gularso Muljadi, mengatakan prestasi tersebut bukan hasil persiapan singkat menjelang pertandingan. Para atlet berlatih berkelanjutan setelah PON, bukan hanya selama beberapa bulan sebelum kejurnas.
“Karena itu, ketika tampil di Makassar, para atlet sudah memiliki persiapan yang matang untuk bersaing,” kata Muljadi. Ia menyebut para atlet DKI berhasil menembus partai-partai penting di sejumlah nomor.
Pada ganda putra, Bagus Angga Budi Pradila dan Ahmad Baijuri menjadi juara setelah mengalahkan sesama atlet DKI, Fajar dan Fadil. Di tunggal putri, final juga mempertemukan dua atlet DKI, Aras dan Irma; Irma menjadi juara setelah Aras dilaporkan demam dan tidak dalam kondisi terbaik.
Muhammad Fajar menambah gelar DKI di tunggal putra setelah mengalahkan Fadhil dari Kalimantan Timur dengan skor 4-2. Kalimantan Timur berada di posisi kedua dengan satu emas, satu perak, dan lima perunggu, sedangkan tuan rumah Sulawesi Selatan menempati posisi ketiga dengan satu emas dan tiga perunggu.