
Demo Hipermata di Kantor Bupati Takalar Ricuh
38 menit yang lalu
EDB mencatat prospek manufaktur positif, sementara sejumlah perusahaan menghadapi ketidakpastian ekspor dan bahan baku.
Terbit · 1 min read

Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura (EDB) menyebut sektor manufaktur di Singapura optimistis terhadap prospek bisnis selama enam bulan ke depan. Menurut laporan Xinhua yang diterbitkan ANTARA, pernyataan itu disampaikan pada Senin (2/11/2026); optimisme tersebut didukung permintaan global terkait kecerdasan buatan (AI), meski prospek ekonomi dibayangi ketidakpastian geopolitik.
Dalam pernyataan EDB, saldo tertimbang bersih menunjukkan 24 persen produsen memiliki prospek bisnis positif untuk periode Oktober 2026 hingga Maret 2027 dibandingkan kuartal ketiga 2026. Angka itu berasal dari 29 persen perusahaan yang memperkirakan kondisi membaik dan 5 persen yang mengantisipasi kemerosotan.
Klaster teknik presisi menjadi yang paling optimistis, seiring harapan bahwa investasi global terkait AI akan terus tumbuh. Klaster elektronik juga memperkirakan kondisi kuat karena tingginya pesanan semikonduktor untuk aplikasi AI.
Sebaliknya, klaster bahan kimia menjadi yang paling pesimistis. Perusahaan perminyakan di dalam klaster tersebut mengkhawatirkan ketidakpastian pasokan bahan baku minyak mentah.
Untuk kuartal keempat 2026, saldo tertimbang bersih 34 persen produsen memperkirakan produksi meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. Sebanyak 72 persen perusahaan memperkirakan tingkat ketenagakerjaan tidak berubah.
EDB juga mencatat 23 persen perusahaan memperkirakan kesulitan mengamankan pesanan ekspor. Mereka mengaitkan tantangan itu dengan persaingan harga dari luar negeri serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, termasuk penerapan tarif dan tekanan inflasi.