
MU dan AS Roma Bertemu di Liga Champions
35 menit yang lalu
BSN mengaitkan budaya mutu dan kolaborasi ritel dengan daya saing produk lokal di pasar global.
Terbit · 1 min read

Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendorong penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) di sektor ritel untuk memperkuat budaya mutu, ketahanan ekonomi nasional, dan daya saing produk Indonesia di pasar global. Menurut laporan ANTARA, Kepala BSN Donny Purnomo menyampaikan hal itu terkait kolaborasi peringatan Hari Ritel Nasional 2026 dan Bulan Mutu Nasional 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Donny di Bandung, Senin (2/11/2026). Ia mengatakan kolaborasi kedua momentum itu dapat memperluas edukasi SNI bagi pelaku usaha, termasuk UMKM dan pengelola ritel.
Donny menyebut mutu sebagai dasar membangun kepercayaan konsumen. Menurut dia, penerapan SNI dan pemenuhan standar internasional dapat membantu jaringan ritel memasarkan produk lokal ke pasar global.
BSN juga mendorong peningkatan kapasitas produk UMKM agar memenuhi persyaratan pasar domestik dan standar teknis negara tujuan ekspor. Donny berharap sinergi BSN, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dan kementerian terkait meningkatkan ketersediaan produk bermutu di jaringan ritel nasional.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan produk UMKM yang masuk ke jaringan ritel modern berpeluang menjadi batu loncatan untuk menembus pasar global. Ia menilai ritel modern dapat membantu meningkatkan daya saing, standardisasi mutu, dan akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
“Ritel modern ini salah satu tempat untuk standarisasi. Jadi kalau produk-produknya sudah masuk di ritel, pasti produknya berkualitas dan bagus. Kalau sudah masuk di ritel, berarti untuk ekspor akan lebih mudah,” kata Budi di lokasi yang sama.
Budi menyebut porsi produk UMKM di gerai ritel modern saat ini mencapai sekitar 80 persen. Pemerintah bersama asosiasi, termasuk Aprindo, juga melakukan pendampingan agar produk lokal dapat memenuhi kriteria ekspor.