
Netanyahu Undang Modi ke Perayaan Hari Jadi Israel
11 menit yang lalu
Doa populer setelah shalat dhuha tidak diketahui berasal dari hadis sahih khusus; doa ampunan punya riwayat yang dinilai sahih.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA yang terbit Minggu (25/10/2026) di Jakarta, shalat dhuha merupakan ibadah sunah yang dapat dikerjakan umat Islam pada pagi hari. Setelah shalat, umat Islam dapat memanjatkan doa untuk memohon ampunan, keberkahan, kemudahan urusan, dan rezeki yang baik.
Salah satu doa yang populer diamalkan setelah shalat dhuha berisi permohonan agar Allah SWT memberikan rezeki, memudahkan urusan yang sulit, dan mendekatkan sesuatu yang masih jauh.
Menurut laporan yang sama, doa tersebut tidak diketahui berasal dari hadis sahih yang secara khusus mengajarkan bacaan itu setelah shalat dhuha. Doa ini dikenal dalam literatur fikih, antara lain melalui kitab Hasyiyah I'anatut Thalibin, sehingga dapat disajikan sebagai doa yang lazim diamalkan, bukan bacaan yang pasti diajarkan Rasulullah SAW.
Dalam terjemahannya, doa itu mengakui bahwa waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, kekuasaan, dan penjagaan adalah milik Allah. Pembacanya lalu memohon agar rezeki yang berada di langit diturunkan dan yang berada di bumi dikeluarkan, yang sulit dimudahkan, yang haram disucikan, serta yang jauh didekatkan. Doa ditutup dengan permohonan diberi apa yang telah diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang saleh.
ANTARA juga menyebut doa lain yang memiliki riwayat hadis dari Aisyah RA, diawali lafal Allahummaghfir li. Maknanya memohon agar diampuni dan diterima tobatnya, dengan pengakuan bahwa Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
Riwayat dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad nomor 619 menyebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa tersebut ketika selesai shalat dhuha dan mengulanginya hingga seratus kali. Riwayat ini dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani, sehingga bacaan itu dapat menjadi alternatif bagi umat Islam yang ingin memohon ampunan.
Shalat dhuha dikerjakan setelah matahari terbit cukup tinggi hingga menjelang waktu zuhur. Ibadah ini dapat dilakukan sekurang-kurangnya dua rakaat dan ditambah sesuai kemampuan.
Salah satu keutamaannya diterangkan dalam hadis riwayat Muslim nomor 720, yang menyebutkan bahwa dua rakaat shalat dhuha dapat mencukupi sedekah bagi persendian tubuh manusia. Menurut laporan itu, hal tersebut menunjukkan bahwa shalat dhuha bukan semata-mata ibadah untuk memohon rezeki, tetapi juga bentuk rasa syukur atas nikmat dan kemampuan dari Allah SWT.
Setelah shalat dhuha, umat Islam dapat memperbanyak zikir dan berdoa sesuai kebutuhan, karena tidak ada kewajiban membaca satu lafal tertentu. Doa populer tentang dhuha dan rezeki dapat diamalkan sebagai doa umum, tanpa meyakini bahwa lafal tersebut merupakan hadis sahih yang secara khusus diajarkan Rasulullah SAW.