
Pemkab Cirebon Normalisasi Irigasi 13 Kilometer
10 menit yang lalu
Pramita Gayatri mengingatkan pemberian makanan terlalu dini dapat mengganggu saluran cerna bayi.
Terbit · 1 min read

Dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi, Pramita Gayatri, mengimbau masyarakat tidak memberi makanan kepada bayi sebelum berusia enam bulan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan imbauan itu dalam wawancara di Jakarta.
Pramita, yang berpraktik di RSCM Jakarta, mengatakan bayi sejak lahir hingga usia enam bulan sebaiknya mendapat ASI atau susu formula. Wawancara itu berlangsung di Jakarta pada Selasa (3/11/2026).
Ia menyebut pemberian pisang, nasi, atau makanan lain kepada bayi yang belum berusia enam bulan masih dilakukan di sejumlah daerah. Menurutnya, kebiasaan itu sebaiknya dihentikan.
Pramita menjelaskan bahwa pemberian makanan sebelum bayi siap menerima makanan pendamping ASI dapat mengganggu saluran cerna. Dalam kondisi berat, gangguan tersebut dapat berujung pada tindakan operasi.
Menurut penjelasannya, gangguan saluran cerna dan luka dapat menimbulkan nyeri serta membuat bayi kurang baik minum susu. Kondisi itu, kata dia, dapat menghambat penyerapan nutrisi dan berdampak pada pertumbuhan.
Ia juga mengatakan makanan yang menumpuk di lambung dapat memicu muntah dan melukai dinding lambung. Gangguan pada keseimbangan ekosistem saluran cerna, lanjutnya, dapat berakibat pada infeksi berat.
Pramita menyebut ada bayi yang dibawa ke rumah sakit, termasuk RSUD dan RSCM, dalam kondisi yang tidak tertolong, meski mayoritas dapat tertolong. Ia menilai dampak yang tidak langsung terlihat, seperti gangguan penyerapan akibat luka, juga perlu diwaspadai.