
Bima Arya Minta Kepala Daerah Selaraskan Visi
8 menit yang lalu
Forum mempertemukan penemu dan dunia usaha untuk mendorong pemanfaatan paten dan nilai ekonominya.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Pemerintah Republik Indonesia menggelar Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) perdana pada 3–5 November 2026 untuk mendorong komersialisasi paten nasional, yang diperkirakan masih di bawah 5 persen.
Pembukaan FBPI berlangsung di Jakarta pada Selasa (3/11/2026). Forum tersebut dihadiri lebih dari 3.000 peserta dari berbagai unsur, termasuk penemu, pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, investor, lembaga keuangan, UMKM, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan forum itu mendorong riset dan penemuan teknologi yang bernilai ekonomi.
Yusril mengapresiasi upaya Kementerian Hukum dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dalam menggelar forum serta mempermudah pendaftaran paten hingga ke berbagai daerah, termasuk secara daring. Ia juga mengingatkan agar temuan yang telah dipatenkan tidak berhenti sebagai sertifikat, tetapi diterapkan di industri atau kegiatan lain.
Menurut Yusril, penerapan temuan dapat meningkatkan nilai tambah produk, antara lain di sektor pertanian dan perikanan. Ia mengatakan upaya pemerintah melindungi temuan dari pemanfaatan ilegal merupakan bentuk penghargaan kepada para penemu.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan sertifikat paten yang tidak dikomersialisasikan hanya akan menjadi kertas. Ia menilai ekosistem kekayaan intelektual tidak dapat diselenggarakan oleh Kementerian Hukum sendiri dan berharap forum tersebut mendorong kreasi serta inovasi.
Data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum menunjukkan permohonan paten dari dalam negeri pada 2016–2025 merupakan 34,56 persen dari total permohonan. Tingkat komersialisasi paten nasional diperkirakan masih di bawah 5 persen.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar mengatakan sepanjang 2026 direktoratnya mengadakan empat temu bisnis yang mempertemukan penemu dan pemegang paten dari perguruan tinggi serta lembaga penelitian dengan pelaku industri. Agenda FBPI antara lain pameran inovasi dan layanan paten, presentasi dalam forum paten, penilaian kekayaan intelektual dan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, serta penghargaan paten Indonesia yang diberikan DJKI dan Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia.