
Dandhy Laksono Belum Hadiri Klarifikasi Polda
14 menit yang lalu
Dua warga Indonesia mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan medis; Kemlu berkoordinasi untuk memantau kondisi mereka.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kementerian Luar Negeri RI mencatat dua warga negara Indonesia (WNI) terluka akibat Topan Champi yang melanda Taiwan. Kemlu menyatakan terus berkoordinasi terkait keselamatan WNI di wilayah tersebut.
Topan itu dilaporkan memasuki daratan Taiwan pada Jumat (23/10/2026) pukul 04.00 waktu setempat. Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu Heni Hamidah mengatakan dua WNI mengalami luka ringan setelah kendaraan mereka, masing-masing sepeda dan sepeda motor, terhempas angin kencang.
Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat. “Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat,” kata Heni melalui pesan singkat pada Jumat (23/10/2026).
Menurut laporan resmi otoritas setempat yang disampaikan dalam laporan ANTARA, bencana itu menewaskan satu warga Taiwan dan melukai 163 orang. Korban luka terdiri atas 154 warga Taiwan, lima warga Vietnam, dua warga Malaysia, dan dua warga Indonesia.
Kemlu melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait dan keluarga untuk menyampaikan perkembangan kondisi kedua WNI tersebut.
Laporan badan cuaca dan kedaruratan Taiwan menyebutkan adanya pohon tumbang serta kerusakan baliho dan jalan yang ditangani secara bertahap. Pada 23 Oktober 2026, topan itu juga menyebabkan pembatalan 262 penerbangan domestik dan 717 penerbangan internasional.
Sejumlah layanan kapal feri, kereta api, dan MRT mengalami pembatalan, penyesuaian rute, atau penghentian operasional sementara. Sebanyak 18.709 kapal penangkap ikan yang sempat berlayar telah kembali ke pelabuhan, sementara otoritas setempat memerintahkan seluruh kru kapal asing turun ke darat.
KDEI Taipei mengimbau WNI di Taiwan untuk waspada, mengikuti informasi resmi otoritas setempat, dan tidak bepergian kecuali untuk keperluan mendesak. WNI terdampak yang memerlukan bantuan dapat menghubungi nomor layanan KDEI Taipei di +886-901-132-000 atau +886-987-587-000.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.