
PBNU Dorong Perlindungan Guru Usai Dugaan Penganiayaan
9 menit yang lalu
IPB University dan DAAD memperkuat kerja sama riset, mobilitas akademik, dan inovasi untuk ekonomi biru dan ketahanan pangan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, IPB University memperkuat kerja sama internasional dengan German Academic Exchange Service (DAAD) dalam riset kolaboratif, mobilitas mahasiswa dan staf, serta inovasi untuk menjawab tantangan global, antara lain ekonomi biru dan ketahanan pangan.
Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet menyampaikan hal itu dalam keterangannya di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2026).
Alim mengatakan kerja sama tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih erat dengan DAAD dan berbagai institusi di Jerman, khususnya dalam riset bersama, mobilitas akademik, dan inovasi untuk menjawab tantangan global.
Menurut laporan yang sama, hubungan IPB University dengan DAAD telah terjalin secara strategis dan berdampak nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi. Hal itu tecermin dari keberadaan lebih dari 100 alumni DAAD di kalangan dosen dan peneliti IPB University.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah keberhasilan IPB University menjadi satu dari tiga penerima hibah SCOPE-HE (EU-ASEAN Sustainable Connectivity Package-Higher Education). Dari lebih dari 120 proposal yang diajukan, proyek pengembangan Blue Economy Research Cluster yang dipimpin Prof Hefni Effendi terpilih karena potensinya mendorong konektivitas berkelanjutan dan riset transformatif di kawasan.
Presiden DAAD Prof Joybrato Mukherjee menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis Jerman. Menurut dia, hubungan antara universitas di Jerman dan Indonesia, termasuk IPB University, sangat kuat, dan kegiatan ini bertujuan memperkuat hubungan tersebut serta menjajaki peluang kerja sama baru.
Menurut laporan itu, kolaborasi Indonesia-Jerman kian relevan untuk menjawab persoalan ketahanan pangan, pertanian, penggunaan lahan, dan perubahan iklim. Kerja sama IPB University dengan institusi Jerman, termasuk universitas di Kiel dan Bremen, menjadi salah satu landasan pengembangan riset lintas negara.
IPB University juga terlibat dalam program EU Mobility Program for Myanmar dan menyelenggarakan kursus musim panas bersama Leibniz Centre for Tropical Marine Research (ZMT) dan University of Bremen dengan dukungan DAAD. Berbagai inisiatif ini, menurut laporan tersebut, memperkuat komitmen kedua pihak dalam membangun pendidikan tinggi yang inklusif, berkelanjutan, dan terhubung secara global.